Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Kompas.com - 22/07/2019, 21:51 WIB
Presiden AS Donald J. Trump tersenyum saat pidato kenegaraan di majelis Dewan Perwakilan Rakyat AS, di Washington DC, Selasa (30/1/2018). (AFP/Win McNamee) WIN MCNAMEEPresiden AS Donald J. Trump tersenyum saat pidato kenegaraan di majelis Dewan Perwakilan Rakyat AS, di Washington DC, Selasa (30/1/2018). (AFP/Win McNamee)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuai kritikan setelah membantah klaim Iran yang menangkap mata-mata Badan Intelijen Pusat ( CIA).

Kritikan itu datang dari analis politik NBC News yang pernah bekerja sebagai anggota CIA pada periode 2006 hingga Februari 2017, Edward "Ned" Price.

Dalam kicauannya di Twitter, Trump menyebut laporan intelijen Iran bahwa mereka menangkap 17 warganya sendiri sebagai terduga mata-mata CIA tidak benar.

Baca juga: Trump: Klaim Iran Tangkap Agen Rahasia CIA Benar-benar Ngawur

"Laporan Iran sudah menangkap agen rahasia CIA benar-benar ngawur. Sama sekali tak ada kebenarannya," ujar presiden dari Partai Republik tersebut.

Presiden 73 tahun itu mengatakan bahwa Iran sekali lagi menebarkan kebohongan dan propaganda seperti klaim bahwa mereka sudah menjatuhkan drone pengintai AS.

"Rezim mereka sudah sangat jatuh dan tak tahu harus berbuat apa. Ekonomi mereka sudah mati dan begitu seterusnya. Iran adalah kehancuran total!" tegas dia.

Price kemudian membalas dari Twitter-nya bahwa terdapat alasan mengapa CIA tidak langsung melakukan respons atas klaim yang dibuat oleh intelijen Iran.

"Sebab, lain kali ketika tuduhan itu tidak segera mendapat tanggapan, maka tuduhan tersebut bakal dianggap benar," kritik Price dilansir AFP Senin (22/7/2019).

"Dan juga, mengapa memberikan musuh kita SEGALA informasi mengenai operasi CIA? Contoh lain dari kecepatan jari yang sudah mengalahkan keamanan nasional kita," kecamnya.

Sebelumnya dalam konferensi pers, pejabat intelijen Iran menyatakan bahwa mereka menangkap 17 warganya itu karena disebut memasok informasi rahasia bagi CIA.

Kepala kontra-intelijen yang tidak ingin disebut namanya menjelaskan, ke-17 orang itu direkrut dan dibentuk sebuah jaringan yang bisa bergerak mandiri.

Mereka disusupkan ke berbagai sektor penting di Iran. Antara lain ekonomi, militer, pengembangan nuklir, hingga teknologi siber, dan melakukan kegiatan spionase.

Menurut pejabat itu, terduga mata-mata tersebut direkrut menggunakan metode yang disebut sebagai "Jebakan Visa" dari CIA bagi warga Iran yang ingin ke AS.

"Mereka yang dengan sengaja ingin mengkhianati negara telah dibawa kepada hukum dengan beberapa di antaranya dihukum mati. Yang lain mendapat hukuman penjara," ujar si pejabat.

Dalam mengungkap terduga agen rahasia itu, Iran mengaku mendapat bantuan dari "negara asing". Tapi mereka enggan mengungkap siapa negara itu.

Baca juga: Iran Klaim Bongkar Jaringan CIA dan Hukum Mati Terduga Mata-mata

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Internasional
Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

Internasional
Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Internasional
Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Internasional
Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Internasional
Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

Internasional
Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X