Iran Klaim Bongkar Jaringan CIA dan Hukum Mati Terduga Mata-mata

Kompas.com - 22/07/2019, 14:32 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri), dan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. via Sky NewsPresiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri), dan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

TEHERAN, KOMPAS.com - Iran menyatakan sudah membongkar jaringan Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat ( CIA), dan memberi hukuman mati bagi terduga mata-mata.

Dalam pemberitaan kantor berita Fars, Kementerian Intelijen Iran mengklaim menangkap 17 "mata-mata CIA" dengan beberapa di antaranya dihukum mati.

Baca juga: Pasukan Iran kepada Kapal Tanker Inggris: Jika Anda Patuh, Anda Bakal Selamat

Dilaporkan Daily Mirror Senin (22/7/2019), agen rahasia itu disebut disusupkan di sektor kritis Itan. Seperti ekonomi, nuklir, hingga teknologi siber.

"Intelijen kami berhasil membongkar jaringan mereka. Beberapa di antaranya dihukum mati karena sudah bertindak korup," ujar pejabat anonim Iran.

Washington hingga saat ini belum memberikan tanggapan, dengan kabar itu terjadi di tnegah hubungan yang memanas antara Iran dengan negara-negara Barat.

Pada akhir pekan kemarin, Teheran mengumumkan sudah menahan kapal tanker berbendera Inggris di Selat Hormuz karena dituduh melanhggar "peraturan maritim internasional".

Minggu (21/7/2019), muncul rekaman percakapan antara kapal perang Inggris HMS Montrose dengan kapal patroli Iran perihal kapal tanker Stena Impero.

Perdana Menteri Inggris Theresan May rencananya memimpin rapat kabinet darurat atau Pertemuan Kobra untuk membahas Stena sekaligus sikap London.

Kemudian pada Sabtu (20/7/2019), negara Teluk itu merilis video yang mematahkan klaim Presiden AS Donald Trump bahwa kapal perangnya sudah menghancurkan drone Iran.

Trump mengatakan kapal angkut helikopter USS Boxer "bertindak defensif" setelah drone Iran mengabaikan peringatan dan terbang hingga jarak 900 meter.

Ketegangan antara Barat dengan Iran utamanya dipicu dengan keputusan Presiden Trump untuk menarik diri dari perjanjian nuklir yang dibuat pada 2015.

Perjanjian yang diteken di era pendahulu Trump, Barack Obama, mensyaratkan Iran mengurangi produksi nuklir sebagai ganti pencabutan sanksi ekonomi.

Baca juga: Saudara Tiri Kim Jong Un yang Tewas di Malaysia Disebut sebagai Informan CIA

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Internasional
Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Internasional
Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

Internasional
Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Internasional
Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Internasional
Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Internasional
[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

Internasional
Seorang Warga China Diduga Terinfeksi Virus Corona di Sorong

Seorang Warga China Diduga Terinfeksi Virus Corona di Sorong

Internasional
Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Internasional
'Rencana Perdamaian' Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

"Rencana Perdamaian" Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

Internasional
Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Internasional
Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Internasional
Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Internasional
12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X