Saudara Tiri Kim Jong Un yang Tewas di Malaysia Disebut sebagai Informan CIA

Kompas.com - 11/06/2019, 11:36 WIB
Foto ini diambil pada 2001, ketika Kim Jon Nam tiba di bandara Narita, Jepang.TOSHIFUMI KITAMURA / AFP Foto ini diambil pada 2001, ketika Kim Jon Nam tiba di bandara Narita, Jepang.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Kim Jong Nam, dibunuh di Malaysia pada 2017.

Menurut laporan Wall Street Journal pada Senin (10/6/2019), pria berusia 46 tahun itu merupakan informan bagi Badan Intelijen Pusat AS (CIA).

Dikutip Reuters, Wall Street Journal mewawancarai seorang sumber yang mengetahui tentang hal tersebut.

Meski demikian, banyak rincian terkait hubungan Kim Jong Nam dengan CIA masih belum jelas. Sementara CIA menolak untuk berkomentar.

Baca juga: Siti Aisyah dan Doan Thi Huong Bebas, Siapa Pembunuh Kim Jong Nam?

Namun sumber tersebut mengungkap, ada hubungan antara CIA dan Kim Jong Nam.

"Beberapa mantan pejabat AS menyatakan saudara tiri, yang telah tinggal di luar Korea Utara selama bertahun-tahun dan tidak memiliki basis kekuatan di Pyongyang, tidak mungkin dapat memberikan rincian tentang pekerjaan rahasia negara itu," demikian laporan Wall Street Journal.

Peran Kim Jong Nam sebagai informan CIA juga disebutkan dalam sebuah buku baru tentang Kim Jong Un berjudul "The Great Successor", karya reporter Washington Post Anna Fifield yang akan terbit.

Fifield menyebut, Kim Jong Nam biasanya bertemu dengan orang yang menanganinya di Singapura dan Malaysia.

Keterangan itu berdasarkan pernyataan sumber yang memiliki pengetahuan tentang intelijen.

Buku tersebut juga memuat tentang rekaman kamera keamanan dari perjalanan terakhir Kim Jong Nam ke Malaysia.

Rekaman CCTV memperlihatkan dirinya berada di sebuah lift hotel dengan seorang pria berwajah Asia, yang dilaporkan sebagai agen intelijen AS.

Ransel Kim Jong Nam yang berisi 120.000 dollar AS dalam bentuk tunai kemungkinan bayaran untuk kegiatan yang berhubungan dengan intelijen atau pendapatan dari bisnis kasinonya.

Para pejabat Korea Selatan dan AS menyatakan, pihak berwenang Korut telah memerintahkan pembunuhan terhadap Kim Jong Nam.

Namun, Korut menyangkal tuduhan tersebut. Dua perempuan dituding meracuni Kim Jong Nam dengan mengolesi wajahnya dengan racun saraf VX di Bandara Kuala Lumpur pada Februari 2017.

Baca juga: Doan Thi Huong, Terduga Pembunuh Kim Jong Nam, Bakal Bebas Mei Nanti

Kedua perempuan itu, Doan Thi Huong asal Vietnam, dan Siti Aisyah asal Indonesia, telah dibebaskan oleh pengadilan Malaysia.

Wall Street Journal melaporkan perjalanan Kim Jong Nam melakukan perjalanan ke Malaysia pada Februari 2017 untuk bertemu dengan CIA.

Meski demikian, hal tersebut bukan satu-satunya tujuan dalam perjalanannya ke Malaysia kala itu.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya


Close Ads X