Doan Thi Huong, Terduga Pembunuh Kim Jong Nam, Bakal Bebas Mei Nanti

Kompas.com - 01/04/2019, 11:35 WIB
Doan Thi Huong (dua dari kiri) dikawal oleh polisi Malaysia masuk ke gedung Pengadilan Tinggi Shah Alam, Malaysia, pada Kamis (14/3/2019). (AFP/MOHD RASFAN) Doan Thi Huong (dua dari kiri) dikawal oleh polisi Malaysia masuk ke gedung Pengadilan Tinggi Shah Alam, Malaysia, pada Kamis (14/3/2019). (AFP/MOHD RASFAN)

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Terduga pembunuh Kim Jong Nam, kakak tiri Pemimpin Korea Utara ( Korut) Kim Jong Un, dijadwalkan bakal bebas bulan depan.

Doan Thi Huong mengaku bersalah atas lesser charge (tuntutan yang lebih ringan), dengan tim kuasa hukum menerimanya sebagai "hukuman yang adil".

Baca juga: Pembunuhan Kim Jong Nam, Malaysia Mulai Melunak kepada Doan Thi Huong

Huong telah divonis tiga tahun empat bulan penjara sejak dia ditahan pada Februari 2017. Dengan pengurangan hukuman, dia diprediksi bebas Mei nanti.

"Pada pekan pertama Mei, dia akan pulang ke Vietnam," kata pengacara Huong, Hisyam Teh Poh Teik seperti diwartakan AFP Senin (1/4/2019).

Keputusan itu muncul setelah Maret lalu, hakim Malaysia menolak permintaan dari tim pengacara agar tuntutan pembunuhan yang dijatuhkan padanya dicabut.

Penolakan itu menjadi kabar mengejutkan setelah sebelumnya Malaysia membebaskan perempuan Indonesia Siti Aisyah yang juga menjadi terduga pembunuh Kim Jong Nam.

Kedua perempuan itu menyangkal membunuh Kim, dengan mengatakan mereka dijebak mata-mata Korut, dan yakin mereka sedang syuting acara televisi.

Dalam persidangan yang berlangsung Senin, Huong mengaku bersalah atas dakwaan baru di mana dia "sengaja mencederai" Kim dengan racun saraf VX pada Februari 2017.

Kepada awak media, Huong mengaku sangat bersyukur dengan menyebut hukuman yang diterimanya adil. "Saya berterima kasih kepada pemerintah Malaysia dan Vietnam," paparnya.

Jika nantinya Huong pulang pada Mei mendatang, berarti tidak ada yang didakwa membunuh Kim Jong Nam yang sempat disebut sebagai calon Pemimpin Korut.

Para pengacara Huong dan Siti mengklaim dalang pembunuhan pria 45 tahun itu adalah empat warga Korut yang melarikan diri setelah melakukan aksinya.

Korea Selatan (Korsel) dilaporkan menuduh Korut yang memerintahkan eksekusi terhadap Kim Jong Nam, dan segera mendapat bantahan dari Pyongyang.

Vietnam sempat marah setelah permohonan pembebasan Huong ditolak, dan Hanoi mulai menekan Kuala Lumpur untuk segera melepaskannya.

Baca juga: Pembunuhan Kim Jong Nam: Keluarga Minta Doan Thi Huong Tak Putus Asa

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X