Kompas.com - 22/07/2019, 21:25 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membantah klaim Iran sudah menangkap agen rahasia Badan Intelijen Pusat (CIA) sebagai "benar-benar ngawur".

"Laporan Iran sudah menangkap agen rahasia CIA benar-benar ngawur. Sama sekali tak ada kebenarannya," tegas Trump di Twitter dikutip AFP Senin (22/7/2019).

Baca juga: Iran Klaim Bongkar Jaringan CIA dan Hukum Mati Terduga Mata-mata

Presiden 73 tahun itu mengatakan bahwa Iran sekali lagi menebarkan kebohongan dan propaganda seperti klaim bahwa mereka sudah menjatuhkan drone pengintai AS.

"Rezim mereka sudah sangat jatuh dan tak tahu harus berbuat apa. Ekonomi mereka sudah mati dan begitu seterusnya. Iran adalah kehancuran total!" tegas dia.

Trump menanggapi jumpa pers pejabat intelijen Iran yang mengungkapkan mereka sudah menangkap 17 warga negara sendiri karena disinyalir sebagai mata-mata CIA.

"Mereka yang dengan sengaja ingin mengkhianati negara telah dibawa kepada hukum dengan beberapa di antaranya dihukum mati. Yang lain mendapat hukuman penjara," ujar si pejabat.

Iran membeberkan metode yang dipakai CIA untuk merekrut jaringan mata-mata itu, dan menjelaskan mereka bisa mengungkapnya berkat bantuan "negara asing".

CIA masih belum memberikan komentar, dan biasanya menolak menanggapi jika ada agen rahasia atau informan mereka yang tertangkap atau terbunuh di lapangan.

Karena itu, bantahan yang diberikan Trump di Twitter membuatnya mendapatkan kritikan dari mantan agen CIA yang kini menjadi analis politik Ned Price.

Mantan juru bicara Dewan Keamanan Nasional itu menuturkan, ada alasan mengapa pemerintah memilih tidak berkomentar terhadap klaim ada mata-mata ditangkap.

"Karena itu, lain kali jika tidak ada tanggapan terhadap sebuah klaim, maka klaim tersebut bakal dianggap benar," kecam Price dalam kicauannya di Twitter.

Baca juga: Iran Ungkap Jaringan Mata-mata CIA Berkat Bantuan Negara Asing

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.