Keok Dua Kali di Istanbul, Pesona dan Pengaruh Erdogan Memudar?

Kompas.com - 24/06/2019, 21:03 WIB
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. AFP / ADEM ALTANPresiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

Tingginya pengangguran dan inflasi yang menyentuh dua digit memicu amarah pemilih, terutama pemilih muda yang gerah dengan rezim Erdogan pasca-gagalnya kudeta militer 2016.

Erdogan yang mengantrol ketat aparat pemerintah dan media dinilai melewati garis tatkala menyerukan agar pemilu di Istanbul diulang.

Baca juga: Partai Erdogan Dituduh Habiskan Rp 188 Miliar untuk Situs Web Kota Istanbul

Saat itu, Erdogan menuduh adanya sejumlah organisasi kriminal yang terlibat dan campur tangan dunia Barat seperti Amerika Serikat (AS) dan Eropa.

Seruan itu malah menjadi blunder politik fatal presiden 65 tahun itu. Pasalnya, Erdogan tidak mampu menjabarkan adanya kecurangan dalam penghitungan suara yang dimaksud.

Pernyataan Erdogan itu membuat Imamoglu, yang di pemilu Maret hanya menang tipis, melejit dengan perolehan 54 banding 45 persen atas Yildirim.

Kekalahan itu semakin perih lantaran Imamoglu berhasil mendapat kemenangan di distrik yang notabene merupakan basis pemilih AKP. Termasuk Uskudar tempat Erdogan tinggal.

"Banyak pemilih muda yang ngotot ingin meninggalkan Turki. Tapi dengan kemenangan ini, kami kembali punya harapan," kata Ayca Yilmaz, seorang pelajar 22 tahun kepada BBC.

Baca juga: Eropa Berteriak Sikapi Pemilu Ulang di Istanbul

Awal dari Berakhirnya Era Erdogan?

Apapun hasil dari pemilu Istanbul, Erdogan masih tetap berkuasa sebagai presiden hingga 2023, demikian juga dengan koalisi partai pimpinannya.

Namun seiring kekalahan di Istanbul, menyembul pertanyaan apakah bakal menjadi awal dari berakhirnya pengaruh Erdogan.

Tantangan paling dekat yang tengah dihadapi suami Emine Gulbaran ini adalah isu kencang bahwa AKP bakal pecah.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X