Keok Dua Kali di Istanbul, Pesona dan Pengaruh Erdogan Memudar?

Kompas.com - 24/06/2019, 21:03 WIB
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. AFP / ADEM ALTANPresiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

Erdogan yang mengantrol ketat aparat pemerintah dan media dinilai melewati garis tatkala menyerukan agar pemilu di Istanbul diulang.

Baca juga: Partai Erdogan Dituduh Habiskan Rp 188 Miliar untuk Situs Web Kota Istanbul

Saat itu, Erdogan menuduh adanya sejumlah organisasi kriminal yang terlibat dan campur tangan dunia Barat seperti Amerika Serikat (AS) dan Eropa.

Seruan itu malah menjadi blunder politik fatal presiden 65 tahun itu. Pasalnya, Erdogan tidak mampu menjabarkan adanya kecurangan dalam penghitungan suara yang dimaksud.

Pernyataan Erdogan itu membuat Imamoglu, yang di pemilu Maret hanya menang tipis, melejit dengan perolehan 54 banding 45 persen atas Yildirim.

Kekalahan itu semakin perih lantaran Imamoglu berhasil mendapat kemenangan di distrik yang notabene merupakan basis pemilih AKP. Termasuk Uskudar tempat Erdogan tinggal.

"Banyak pemilih muda yang ngotot ingin meninggalkan Turki. Tapi dengan kemenangan ini, kami kembali punya harapan," kata Ayca Yilmaz, seorang pelajar 22 tahun kepada BBC.

Baca juga: Eropa Berteriak Sikapi Pemilu Ulang di Istanbul

Awal dari Berakhirnya Era Erdogan?

Apapun hasil dari pemilu Istanbul, Erdogan masih tetap berkuasa sebagai presiden hingga 2023, demikian juga dengan koalisi partai pimpinannya.

Namun seiring kekalahan di Istanbul, menyembul pertanyaan apakah bakal menjadi awal dari berakhirnya pengaruh Erdogan.

Tantangan paling dekat yang tengah dihadapi suami Emine Gulbaran ini adalah isu kencang bahwa AKP bakal pecah.

Dua orang yang pernah menjadi sekutu Erdogan, mantan Presiden Abdullah Gul dan eks Perdana Menteri Ahmed Davutoglu, disebut bakal mendirikan partai baru dengan membawa sebagian pendukung Erdogan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Hong Kong Kepung Universitas Setelah Bentrok Semalaman dengan Demonstran

Polisi Hong Kong Kepung Universitas Setelah Bentrok Semalaman dengan Demonstran

Internasional
Rusia Bakal Kembalikan 3 Kapal yang Ditahan ke Ukraina

Rusia Bakal Kembalikan 3 Kapal yang Ditahan ke Ukraina

Internasional
Korea Utara Sebut Joe Biden 'Anjing Gila', Begini Reaksi Trump

Korea Utara Sebut Joe Biden "Anjing Gila", Begini Reaksi Trump

Internasional
Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

Internasional
Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Internasional
Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Internasional
Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Internasional
Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Internasional
Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Internasional
Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Internasional
Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Internasional
Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Ada Bau 'Kaus Kaki Basah', Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Ada Bau "Kaus Kaki Basah", Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X