Eropa Berteriak Sikapi Pemilu Ulang di Istanbul

Kompas.com - 08/05/2019, 07:07 WIB
Kandidat wali kota Istanbul dari kubu oposisi CHP, Ekrem Imamoglu disambut ribuan pendukungnya saat mengunjungi makam pendiri Turki, Mustafa Kemal Ataturk, Selasa (2/4/2019). Imamoglu mengklaim kemenangan di Istanbul meski partai berkuasa AKP masih mempermasalahkan hasil pemilu lokal. AFP/ADEM ALTAN Kandidat wali kota Istanbul dari kubu oposisi CHP, Ekrem Imamoglu disambut ribuan pendukungnya saat mengunjungi makam pendiri Turki, Mustafa Kemal Ataturk, Selasa (2/4/2019). Imamoglu mengklaim kemenangan di Istanbul meski partai berkuasa AKP masih mempermasalahkan hasil pemilu lokal.

ISTANBUL, KOMPAS.com - Negara-negara anggota Uni Eropa (UE) merespon badan pemilu Turki yang dilaporkan memerintahkan untuk dilaksanakan pemilu ulang di Istanbul.

Juru bicara UE dikutip BBC Selasa (7/5/2019) mengatakan, dia ingin badan pemilu Turki untuk menjelaskan langkah kontroversialnya tanpa ditunda-tunda.

Kepala Diplomatik Uni Eropa Federica Mogherini mengatakan, memastikan proses pemilu transparan, adil, dan bebas merupakan inti dari demokrasi.

Baca juga: Partai Erdogan Protes, KPU Turki Perintahkan Pemilu Ulang di Istanbul


"Proses itu ada di jantung Uni Eropa yang mempunyai relasi dengan Turki," kata Mogherini. Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas menyebut pemilu ulang itu tak bisa dia pahami.

Kemudian anggota Parlemen Eropa Guy Verhofstadt menyatakan pemilu ulang di Istanbul bisa membuat dialog berkelanjutan tentang Uni Eropa menjadi "mustahil".

"Kami meminta otoritas Turki untuk menghormati prinsip demokrasi, pluralisme, keadilan, serta transparansi," tutur pemerintah Perancis dalam keterangan resmi.

KPU-nya Turki memerintahkan pemilu ulang buntut protes yang dilayangkan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang dipimpin Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Partai AKP menelan kekalahan tipis di Istanbul, kota yang menjadi mesin ekonomi Turki. Dalam pernyataannya, Erdogan menolak untuk mengakui partainya sudah kalah.

AKP mengklaim terdapat kecurangan dan suara yang tidak sah sehingga KPU-nya Turki memutuskan pemilu wali kota Istanbul digelar ulang pada 23 Juni mendatang.

Keputusan kontroversial itu menuai protes dengan ratusan orang berkumpul dari sejumlah distrik di Istanbul. Mereka membunyikan panci serta meneriakkan slogan anti-pemerintah.

Kandidat dari oposisi Partai Rakyat Demokratik (CHP) Ekrem Imamoglu menyebut keputusan tersebut merupakan "aksi pengkhianatan" dan berjanji bakal melawan.

Sementara CHP menuduh otoritas pemilu sudah tunduk kepada keinginan Erdogan dengan Wakil Ketua Onursal Adiguzel melakukan sindiran lewat Twitter.

Menurut Adiguzel, berkompetisi dengan AKP boleh-boleh saja. Namun mereka dilarang menang melawan partai penguasa itu. "Mirip seperti diktator," kecamnya.

Berbicara dalam pertemuan parlemen, Erdogan menyebut keputusan badan pemilu Turki merupakan "langkah tepat" untuk mengatasi masalah dalam penegakan demokrasi dan hukum.

"Terdapat suara yang ilegal dalam pemilu lalu. Keputusan ini merupakan langkah yang tepat untuk memperkuat demokrasi di negara ini," ujar Erdogan.

Namun perintah pemilu ulang membuat elite AKP terpecah. Pendahulu Erdogan sekaligus pendiri partai, Abdullah Gul, dilaporkan bakal membentuk partai baru.

Baca juga: Sebut Ada Korupsi, Erdogan Ingin Pemilu Ulang di Istanbul

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Internasional
Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Internasional
Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Internasional
Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Internasional
Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Internasional
Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Internasional
Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Internasional
Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

Internasional
2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

Internasional
Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Internasional
Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Internasional
Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Internasional
Trump: Klaim Iran Tangkap Agen Rahasia CIA Benar-benar Ngawur

Trump: Klaim Iran Tangkap Agen Rahasia CIA Benar-benar Ngawur

Internasional
Abe: Kurangi Ketegangan AS dengan Iran, Jepang Akan Lakukan Segala Cara

Abe: Kurangi Ketegangan AS dengan Iran, Jepang Akan Lakukan Segala Cara

Internasional
Close Ads X