Seoul Desak Pyongyang Segera Gelar Pertemuan Antar-Korea Keempat

Kompas.com - 20/06/2019, 14:44 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan) dan Presiden Korea Selatan Moon jae-in melambaikan tangan menyapa warga di Pyongyang Selasa (18/9/2018). Moon memulai kunjungan selama tiga hari dengan denuklirisasi menjadi agenda utama. AFP/Pyeongyang Press CorpsPemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan) dan Presiden Korea Selatan Moon jae-in melambaikan tangan menyapa warga di Pyongyang Selasa (18/9/2018). Moon memulai kunjungan selama tiga hari dengan denuklirisasi menjadi agenda utama.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Korea Selatan mendesak kepada Korea Utara untuk dapat segera kembali menggelar pertemuan puncak antara Presiden Moon Jae-in dengan Kim Jong Un.

Berbicara di Washington, usai menghadiri acara Dewan Atlatik, Perwakilan Khusus Korea Selatan untuk Urusan Perdamaian dan Keamanan Semenanjung Korea, Lee Do-hoon, menyerukan agar pertemuan puncak keempat antara dua Korea dapat segera digelar.

"Saya mendesak kepada Korea Utara untuk menanggapi undangan luar biasa Presiden (Korea Selatan) Moon (Jae-in) untuk mengadakan KTT antar-Korea, jika mungkin, sebelum kunjungan Presiden Donald Trump ke Korea pekan depan," ujar Lee.

Trump telah dijadwalkan berkunjung ke Seoul pekan depan untuk bertemu dengan Presiden Moon, usai pertemuan G20 di Jepang.

Baca juga: Susul China dan Rusia, Korsel Juga Kirim 50.000 Ton Beras ke Korea Utara

Pertemuan tersebut guna melanjutkan pembicaraan sejak pertemuan puncak Kim dengan Trump di Hanoi, Vietnam, yang gagal mencapai kesepakatan.

Korea Utara berulang kali tidak menanggapi permintaan dari AS maupun Korea Selatan pascaperetmuan di Hanoi, Februari lalu, meski Trump mengaku pekan lalu, bahwa dia telah menerima sebuah surat dari Kim Jong Un.

Trump juga mengaku merasakan sesuatu yang positif bakal terjadi dengan Pyongyang, tetapi tidak memberikan rincian dan alasan mengapa pihaknya tidak terburu-buru untuk membuat kesepakatan.

Sementara itu, Perwakilan Khusus AS untuk Korea Utara Stephen Biegun kembali menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak memiliki prasyarat untuk perundingan baru dengan Korut.

Biegun mengingatkan jika Washington tetap "terbuka" untuk negosiasi, dan AS bersedia untuk membahas semua komitmen yang dibuat kedua pemimpin negara saat pertemuan pertama di Singapura tahun lalu, termasuk menjamin keamanan untuk Korea Utara.

Akan tetapi Biegun menekankan bahwa kemajuan dalam pembicaraan akan membutuhkan langkah-langkah denuklirisasi yang penting dan dapat diverifikasi dari Korea Utara.

Biegun, dalam sebuah komentar publik yang jarang, mengatakan baik Washington maupun Pyongyang memahami perlunya bersikap lebih fleksibel dalam perundingan nuklir lebih lanjut.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Internasional
Mengungsi ke Meksiko, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Janji Kembali Lebih Kuat

Mengungsi ke Meksiko, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Janji Kembali Lebih Kuat

Internasional
Dilarang Berhubungan Seks di Rumah, Pria Ini Bunuh Anjing Ibunya

Dilarang Berhubungan Seks di Rumah, Pria Ini Bunuh Anjing Ibunya

Internasional
Diperkosa Kakak Sendiri, Bocah 10 Tahun Hamil 8 Bulan

Diperkosa Kakak Sendiri, Bocah 10 Tahun Hamil 8 Bulan

Internasional
Dilecehkan 2 'Suami' di China, Gadis 13 Tahun asal Kamboja Diselamatkan

Dilecehkan 2 "Suami" di China, Gadis 13 Tahun asal Kamboja Diselamatkan

Internasional
Bantu Penyintas Gempa Filipina, Tim Dompet Dhuafa Bangun Huntara

Bantu Penyintas Gempa Filipina, Tim Dompet Dhuafa Bangun Huntara

Internasional
Serangan Israel Bunuh Komandan Milisi Jihad Islam di Jalur Gaza

Serangan Israel Bunuh Komandan Milisi Jihad Islam di Jalur Gaza

Internasional
Permintaan Suaka Dikabulkan, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Terbang ke Meksiko

Permintaan Suaka Dikabulkan, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Terbang ke Meksiko

Internasional
Australia Bersiap untuk 'Bencana' Kebakaran Hutan

Australia Bersiap untuk "Bencana" Kebakaran Hutan

Internasional
Pemimpin Hong Kong: Demonstran Kini adalah Musuh Rakyat

Pemimpin Hong Kong: Demonstran Kini adalah Musuh Rakyat

Internasional
Tiga Penampil Ditikam Pria Yaman di Arab Saudi

Tiga Penampil Ditikam Pria Yaman di Arab Saudi

Internasional
Pria di Singapura Akui Berhubungan Seks dengan Anak Tiri yang Berumur 15 Tahun

Pria di Singapura Akui Berhubungan Seks dengan Anak Tiri yang Berumur 15 Tahun

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Polisi Hong Kong Tembak Demonstran | Pengantin ISIS Ingin Pulang ke AS

[POPULER INTERNASIONAL] Polisi Hong Kong Tembak Demonstran | Pengantin ISIS Ingin Pulang ke AS

Internasional
Pria di Hong Kong Dibakar Hidup-hidup oleh Demonstran karena Masalah Identitas

Pria di Hong Kong Dibakar Hidup-hidup oleh Demonstran karena Masalah Identitas

Internasional
Diminta Berhenti Minum-minum, Pria di India Memenggal Kepala Istrinya

Diminta Berhenti Minum-minum, Pria di India Memenggal Kepala Istrinya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X