Korsel Akui Sulit Gelar Pertemuan dengan Korea Utara pada Bulan Ini

Kompas.com - 10/06/2019, 15:34 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un bersama istrinya Ri Sol Ju (sisi kiri), berpose dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan Ibu Negara Kim Jung-sook di Gunung Paektu Kamis (20/9/2018) setelah pertemuan. AFP/Pyeongyang Press CorpsPemimpin Korea Utara Kim Jong Un bersama istrinya Ri Sol Ju (sisi kiri), berpose dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan Ibu Negara Kim Jung-sook di Gunung Paektu Kamis (20/9/2018) setelah pertemuan.

SEOUL, KOMPAS.com - Kantor kepresidenan Korea Selatan, Cheong Wa Dae, menyatakan pertemuan KTT dengan Korea Utara pada bulan ini kemungkinan akan sulit digelar.

Diwartakan Yonhap News, pernyataan tersebut dikeluarkan untuk menanggapi spekulasi tentang pertemuan Presiden Korsel Moon Jae-in dengan pemimpin Kim Jong Un, sebelum Presiden AS Donald Trump berkunjung ke Seoul pada akhir bulan ini.

"Secara realistis, nampaknya terlalu sulit untuk menggelar KTT antar-Korea pada bulan ini," demikian pernyataan seorang pejabat kantor kepresidenan.

Baca juga: Diisukan Dihukum Kerja Paksa, Pejabat Korut Muncul Bersama Kim Jong Un

Meski demikian, Korsel selalu membuka pintu untuk mengadakan pertemuan dengan Korut.

"Kami tidak bisa bilang pasti KTT antar-Korea tidak akan segera digelar akhir Juni," ucap pejabat tersebut secara anonim.

"Negosiasi bisa digelar secepatnya setelah persyaratan terpenuhi," imbuhnya.

Pada pekan lalu, pejabat tinggi kepresidenan memberikan catatan dengan label "optimistis dengan hati-hati" tentang kemungkinan mengadakan KTT antar-Korea ke depannya.

Pernyataan itu pun disambut dengan spekulasi kemungkinan KTT antar-Korea akan digelar pada Juni.

Sementara, Trump dijadwalkan berkunjung ke Seoul setelah menghadiri KTT G20 di Jepang pada 28-29 Juni 2019.

Seperti diketahui, Moon dan Kim pernah menggelar tiga pertemuan antar-Korea pada tahun lalu, termasuk dua di desa perbatasan Panmunjom pada April dan Mei 2018.

Satu lagi pertemuan keduanya digelar di Pyongyang pada September 2018.

Baca juga: Korea Utara kepada AS: Kesabaran Kami Ada Batasnya

Moon berharap dapat bekerja sebagai mediator antara AS dan Korut agar Kim Jong Un dapat menyerahkan senjata nuklir di negaranya.

Pembicaraan denuklirisasi antara AS dan Korut saat ini masih terhenti sejak pertemuan kedua Kim dan Trump di Vietnam pada Februari 2019 tidak membuahkan hasil.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Internasional
Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Internasional
Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Internasional
Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Internasional
Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Internasional
Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Internasional
Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Internasional
Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Internasional
Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X