Patung Robot Toilet Trump Siap Sambut Presiden AS Saat Kembali Kunjungi Inggris

Kompas.com - 20/05/2019, 15:18 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Menjelang kunjungan kenegaraan Presiden AS Donald Trump ke Inggris awal bulan depan, para pengunjuk rasa telah kembali menyiapkan "sambutan" unik untuk mengolok-olok presiden.

Sebuah patung robotik yang menampilkan sosok Trump sedang duduk di toilet emas dengan celana yang diturunkan, sambil memainkan ponsel, dan memakai topi "MAGA" berwarna merah, bakal dikirim ke London untuk menyambut presiden AS.

Patung yang diberi nama "Dumping Trump" itu memiliki tinggi hingga 4,9 meter dan memiliki fungsi gerakan dan suara otomatis.

Sosok Trump pada patung itu akan menggerakkan tangannya seperti sedang memainkan ponsel sambil bersuara, di antaranya "Anda adalah berita palsu" atau "Saya seorang jenius yang sangat stabil". Tidak ketinggalan suara kentut di ujung rekaman.

Baca juga: Sikat Toilet Berwujud Donald Trump Sedang Tren di China

Patung itu merupakan rancangan seorang penulis sains AS sekaligus pakar dinosaurus Don Lessem, yang pernah bekerja dalam pembuatan film Jurassic Park dan membangun dinosaurus animatronik.

Patung tersebut saat ini masih berada di China, namun dipastikan bakal tiba di London tepat waktu untuk kedatangan Trump pada awal Juni mendatang.

"Patung itu sedang dikirim menggunakan kapal barang yang namanya tidak bisa saya ungkapkan karena khawatir Trump akan mengebomnya," kata Lessem kepada The Daily Kos.

"Tujuan saya adalah untuk membuat sekuel yang menarik perhatian dari balon bayi Trump pada tahun ini, yang akan lebih mudah dikirim untuk demonstrasi di seluruh dunia" ujarnya, dikutip The Independent.

Tahun lalu, balon bayi Trump yang memakai popok dan memegang ponsel, serta berukuran tinggi hingga enam meter, diterbangkan di London selama kunjungan Presiden AS ke Inggris.

Trump dijadwalkan bakal mengunjungi Inggris pada 3 hingga 5 Juni mendatang dan diperkirakan akan menghabiskan sebagian besar waktu kunjungannya di Istana Buckingham, di mana perjamuan negara akan digelar untuk menghormatinya.

Perdana Menteri Inggris Theresa May menyebut agenda kunjungan Trump tersebut sebagai kesempatan bagi kedua negara untuk mempererat hubungan.

Sementara Gedung Putih menyebut Washington dan London bakal menegaskan kembali hubungan yang kukuh dan khusus antara kedua negara.

Baca juga: Berita di Media soal Iran Tak Akurat, Trump: Itu adalah Hal Baik

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.