Inggris Bakal Larang Pekerja yang Tak Bisa Bahasa Inggris dan Tidak Terampil

Kompas.com - 19/02/2020, 11:43 WIB
Ilustrasi karyawan. istIlustrasi karyawan.

LONDON, KOMPAS.com - Pemerintah Inggris disebut akan melarang pekerja yang tidak bisa bahasa Inggris maupun tak terampil dalam perubahan aturan imigrasi mereka.

Kabar tersebut bakal mengakhiri era pekerja murah Uni Eropa di pabrik, gudang, hotel, hingga restoran, demikian dilaporkan The Guardian Selasa (18/2/2020).

Pemerintah menyatakan, "untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun", mereka punya kesempatan "menguasai" perbatasan mereka sendiri.

Baca juga: Omnibus Law, Cuti Panjang Karyawan Tak Lagi Diatur Pemerintah

Kesempatan yang dianggap unik oleh London ini juga bertujuan untuk melenyapkan "gangguan" yang disebabkan oleh kebebasan berpindah yang diterapkan Uni Eropa.

Namun kalangan pengusaha menuduh Inggris berusaha menyerang ekonomi, di mana mereka memperingatkan konsekuensi hilangnya lapangan kerja.

Oposisi dari Partai Buruh dan Liberal Demokrat juga menyuarakan kekhawatiran mereka akan langkah yang diterapkan Downing Street 10 itu.

Sementara Unison, yang mewakili kesehatan para pekerja menyatakan, mereka mengkhawatirkan adanya "bencana absolut" dari sektor keamanan dan kesehatan karyawan.

Pemerintah kemudian menanggapi bahwa mereka hanya menjalankan mandat dari pemilih yang telah menginginkan perceraian Inggris dari UE ( Brexit).

Kementerian juga menyatakan, sudah saatnya bagi pelaku usaha untuk memisahkan diri dari buruh migran UE yang memang digaji murah.

Dalam dokumen setebal 10 halaman, terdapat sejumlah poin yang menjadi isu utama aturan keimigrasian yang baru, di antaranya:

Baca juga: Lowongan Karyawan Sementara Jakarta Fair 2020 untuk Mahasiswa/D3/S1

  • Perbatasan Inggris bakal tertutup untuk pekerja yang tak mempunyai keterampilan, dengan setiap migran harus menguasai bahasa Inggris.
  • Siapa pun yang ingin bekerja di Inggris harus sudah mendapat tawaran pekerjaan dengan ambang gaji 25.600 poundsterling, atau Rp 456,1 juta. Meski begitu, nominal 20.480 poundsterling, atau Rp 365,9 juta, masih diterima untuk sektor yang tak butuh keterampilan tinggi.
  • Negara "Ratu Elizabeth" tidak akan mengizinkan adanya wirausahawan untuk masuk. Seperti contoh tukang ledeng dari Polandai.
  • Petugas perbatasan tidak akan lagi menerima kartu identitas dari negara seperti Perancis dan Italia. Diyakini, keputusan ini untuk menekan pekerja non-EU yang mencoba mengakali sistem dengan mencuri kartu identitas.
  • Pemerintah akan mempertahankan hak bagi seniman, musisi, hingga olahragawan yang hendak datang ke Inggris untuk kompetisi maupun audisi.

Baca juga: Uang Penghargaan yang Dipangkas hingga Bonus untuk Pekerja, Ini Fakta-fakta Omnibus Law Cipta Kerja

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X