Kompas.com - 04/04/2019, 14:03 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Amerika Serikat (AS) menyatakan para pilot Turki yang dipersiapkan mengendalikan jet tempur F-35 bakal terus menerima pelatihan.

Pernyataan yang disampaikan juru bicara Pentagon itu terjadi setelah AS menunda pengiriman dan kerja sama terkait jet tempur siluman generasi kelima itu.

Baca juga: Coret Turki dari Proyek F-35, Pentagon Yakin Ankara Beralih Beli Sistem Patriot AS

Kepada Anadolu via Hurriyet Rabu (3/4/2019), Letkol Mike Andrews berkata, para pilot Turki masih berlatih di Pangkalan Luke di Arizona.

"Saya tidak tahu jika ada penundaan di Pangkalan Luke. Jika ada perkembangan terbaru, kami bakal segera memberi tahu Anda," lanjut Andrews.

Senin kemarin (1/4/2019), Washington mengumumkan bakal menunda segala bentuk pengiriman dan kerja sama produksi proyek senjata termahal AS itu.

Sebabnya, keputusan Turki membeli sistem rudal S-400 dari Rusia membuat AS memutuskan mencoret mereka dari peserta proyek gabungan F-35.

Penjabat Menteri Pertahanan Patrick Shanahan pada Selasa (2/4/2019) berharap isu tentang pembelian S-400 itu bakal segera terselesaikan.

Turki pertama kali bergabung dengan proyek gabungan F-35 pada 2002 dan menginvestasikan dana hingga 1,25 miliar dollar AS, atau Rp 17,7 triliun.

Selain dana, Turki juga dipercaya mengerjakan sejumlah suku cadang F-35. Dua unit jet tempur pesanan Turki sudah selesai, dan saat ini berada di Pangkalan Luke.

Dua jet tempur tersebut diperkirakan bakal dikirim pada November tahun ini, dengan Ankara berencana memesan 100 unit F-35 dari AS.

Namun, rencana pengiriman itu ditunda karena AS bersikukuh pembelian S-400 bisa menimbulkan risiko keamanan Turki sebagai anggota NATO.

Dalam pandangan AS, mereka khawatir informasi mengenai jet tempur F-35 bisa jatuh ke tangan Rusia, sehingga radar S-400 bisa menjatuhkan F-35.

Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Joseph Dunford menyatakan, dia berharap ada solusi yang bisa menjembatani antara S-400 dan F-35.

Baca juga: Turki Beli S-400 dari Rusia, AS Tunda Pengiriman dan Kerja Sama Terkait F-35

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Hurriyet
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.