Turki Tidak Akan Hentikan Pembelian Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Kompas.com - 03/04/2019, 21:51 WIB
Sistem pertahanan anti-serangan udara bikinan Rusia, S-400. Sputnik/Alexey MalgavkoSistem pertahanan anti-serangan udara bikinan Rusia, S-400.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Turki menegaskan tidak akan mengendurkan niatnya dalam membeli sistem pertahanan rudal S-400 dari Rusia.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu saat menghadiri peringatan 70 tahun NATO di Washington, Amerika Serikat ( AS).

Baca juga: Turki Beli S-400 dari Rusia, AS Tunda Pengiriman dan Kerja Sama Terkait F-35

'Kesepakatan pembelian S-400 sudah diteken. Kami tidak akan mundur satu langkah pun," tegas Cavusoglu sebagaimana dikutip AFP Rabu (3/4/2019).

Cavusoglu menyampaikannya setelah AS memutuskan menunda pengiriman jet tempur F-35, bahkan membekukan Ankara dari proyek gabungan itu.

Dia menjelaskan Turki beralih kepada S-400 karena tidak bisa membeli sistem rudal Patriot yang diproduksi AS, dan mengutip omongan Presiden Donald Trump.

Dalam sebuah percakapan telepon, Trump menyebut pendahulunya Barack Obama membuat kesalahan karena tidak menjual rudal Patriot ke Turki.

Kini, pemerintahan Trump mengatakan mereka siap untuk mengirimkan Patriot ke Turki jika negara tersebut bersedia membatalkan pembelian S-400.

Cavusoglu menambahkan meski pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan membeli S-400, bukan berarti mereka selalu sejalan dengan Kremlin.

Dia menyebutkan agresi yang dilakukan Rusia ke Laut Hitam, dan tidak mengakui pendudukan kawasan Crimea dari Ukraina pada 2014.

"Hanya karena kami membeli rudal mereka tidak berarti kami menjalin persekutuan dengan mereka. Kami tidak melonggarkan kebijakan luar negeri kami," tegas Cavusoglu.

Para politisi AS khawatir jika Turki membeli S-400, maka Rusia bisa meminta data jet tempur F-35 sebagai kompensasi kesepakatan.

Jika itu terjadi, maka sistem radar S-400 bisa mengenali dan menjatuhkan jet tempur yang disebut-sebut sebagai proyek persenjataan termahal AS.

Cavusoglu lebih lanjut menuturkan, sistem S-400 bakal ditempatkan terpisah dari infrastruktur NATO sehingga tidak akan berdekatan dengan F-35.

Baca juga: Coret Turki dari Proyek F-35, Pentagon Yakin Ankara Beralih Beli Sistem Patriot AS

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gadis di Gresik Tulis Surat kepada PM Australia, Minta Hentikan Ekspor Sampah Plastik

Gadis di Gresik Tulis Surat kepada PM Australia, Minta Hentikan Ekspor Sampah Plastik

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump | Astronot NASA Dikecam Pendukung Bumi Datar

[POPULER INTERNASIONAL] Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump | Astronot NASA Dikecam Pendukung Bumi Datar

Internasional
Trump Sebut Pemakzulan Dirinya Hoaks dan Memalukan

Trump Sebut Pemakzulan Dirinya Hoaks dan Memalukan

Internasional
Jelang Tahun Baru Imlek, 4 Orang di China Meninggal akibat Virus Corona

Jelang Tahun Baru Imlek, 4 Orang di China Meninggal akibat Virus Corona

Internasional
Popularitas Anjlok, Mahathir Sindir Rakyat yang Kembali Dukung Najib Razak

Popularitas Anjlok, Mahathir Sindir Rakyat yang Kembali Dukung Najib Razak

Internasional
Berjuluk 'Profesor', Pemimpin Baru ISIS Ini Dihargai Rp 68 Miliar

Berjuluk "Profesor", Pemimpin Baru ISIS Ini Dihargai Rp 68 Miliar

Internasional
Seorang Politisi Iran Tawarkan Rp 40 Miliar bagi yang Bisa Bunuh Trump

Seorang Politisi Iran Tawarkan Rp 40 Miliar bagi yang Bisa Bunuh Trump

Internasional
Pangeran Harry Susul Meghan Markle dan Anaknya ke Kanada

Pangeran Harry Susul Meghan Markle dan Anaknya ke Kanada

Internasional
Foto Bumi dari Luar Angkasa, Astronot NASA Ini Dikecam Penganut Teori Bumi Datar

Foto Bumi dari Luar Angkasa, Astronot NASA Ini Dikecam Penganut Teori Bumi Datar

Internasional
Iran Benarkan 2 Rudal Hantam Pesawat Ukraina

Iran Benarkan 2 Rudal Hantam Pesawat Ukraina

Internasional
Jelang Sidang Pemakzulan, Mayoritas Rakyat AS Dukung Trump Dilengserkan

Jelang Sidang Pemakzulan, Mayoritas Rakyat AS Dukung Trump Dilengserkan

Internasional
Ditekan AS, Korea Selatan Kirim Kapal Perang dan Tentara ke Selat Hormuz

Ditekan AS, Korea Selatan Kirim Kapal Perang dan Tentara ke Selat Hormuz

Internasional
Tim Pengacara Minta Trump Dibebaskan dari Tuduhan Pemakzulan di Senat AS

Tim Pengacara Minta Trump Dibebaskan dari Tuduhan Pemakzulan di Senat AS

Internasional
Gelar Baru Meghan Markle Disebut untuk Wanita yang Sudah Bercerai

Gelar Baru Meghan Markle Disebut untuk Wanita yang Sudah Bercerai

Internasional
Pemimpin ISIS Pengganti Abu Bakr al-Baghadadi Dikenali

Pemimpin ISIS Pengganti Abu Bakr al-Baghadadi Dikenali

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X