Ketika Erdogan Bantu Angkat Peti Mati Korban Apartemen Runtuh...

Kompas.com - 10/02/2019, 11:02 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kanan) pada Sabtu (9/2/2019) mengangkat peti jenazah korban tewas apartemen runtuh di Istabul, Turki. (AFP/TURKISH PRESIDENTIAL PRESS SERVICE) Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kanan) pada Sabtu (9/2/2019) mengangkat peti jenazah korban tewas apartemen runtuh di Istabul, Turki. (AFP/TURKISH PRESIDENTIAL PRESS SERVICE)

ISTANBUL, KOMPAS.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengangkat peti mati dari salah satu korban tewas runtuhnya bangunan apartemen di Istanbul.

Dengan dibantu beberapa orang, Erdogan yang mengenakan pakaian serba hitam itu memanggul peti yang tertutup kain berwarna hijau tua.

Dia menghadiri pemakaman 9 anggota dari satu keluarga yang tewas, setelah menjenguk korban selamat di rumah sakit.

Baca juga: Tornado Terjang Bandara di Turki, Dua Pesawat Rusak

Pada Sabtu (9/2/2019), Erdogan juga mengunjungi lokasi kejadian dan mengaku memetik pelajaran dari peristiwa yang menyoroti kembali soal keamanan bangunan di ibu kota.

"Kami memetik banyak pelajaran yang dipelajari dari peristiwa ini. Kami akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan," katanya, seperti dikutip dari AFP.

Tercatat korban tewas akibat insiden tersebut mencapai 21 orang.

Pada Rabu (6/2/2019), bangunan apartemen berlantai 8 di Kartal, Istanbul, Turki, tiba-tiba runtuh, membuat kepanikan para penghuni, dengan puluhan dari mereka terjebak di bawah puing-puing.

Namun, penyebab runtuhnya bangunan itu masih belum diketahui oleh pihak berwenang.

Daily Mail mewartakan, investigasi awal menunjukkan tiga lantai teratas apartemen tersebut dibangun secara ilegal.

"Di area ini, kami menghadapi masalah serius dengan bisnis ilegal yang dilakukan untuk mencatak uang," ucap Erdogan.

Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu memperkirakan sebanyak 35 orang masih terperangkap di bawah puing-puing.

Baca juga: Putin dan Erdogan Menyatakan Dukungan terhadap Presiden Maduro

Operasi pencarian terus berlanjut, puluhan petugas penyelamat bekerja di lokasi kejadian dengan menggunakan crane untuk mengangkat balok beton yang besar.

Otoritas mencatat, ada 43 orang yang terdaftar tinggal di dalam bangunan, yang menampung 14 apartemen dan tiga praktik usaha.

Runtuhnya bangunan apartemen sekaligus memicu kritik terhadap pengampunan pemerintah pada tahun lalu kepada mereka yang dituding membangun secara ilegal.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Internasional
Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Internasional
Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Internasional
Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

Internasional
Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Internasional
Istrinya Habis Rp 600 Juta di Harbolnas China, Pria Ini Ingin Bunuh Diri

Istrinya Habis Rp 600 Juta di Harbolnas China, Pria Ini Ingin Bunuh Diri

Internasional
Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Internasional
Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X