Trump Minta Dana Rp 80 Triliun untuk Bangun Tembok Perbatasan

Kompas.com - 09/01/2019, 10:40 WIB
Preasiden AS Donald Trump ambil bagian dalam upacara di Pemakaman Tentara AS di Suresnes, tak jauh dari Paris, Peracis, Minggu (11/11/2018) untuk memperingati 100 tahun berakhirnya Perang Dunia I. AFP/SAUL LOEB Preasiden AS Donald Trump ambil bagian dalam upacara di Pemakaman Tentara AS di Suresnes, tak jauh dari Paris, Peracis, Minggu (11/11/2018) untuk memperingati 100 tahun berakhirnya Perang Dunia I.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut krisis imigrasi ilegal telah melukai jutaan rakyat.

Karena itu, dalam pidatonya di televisi, dia bersikeras meminta sejumlah dana untuk membangun tembok baja di perbatasan AS dan Meksiko.

Dilansir AFP Rabu (9/1/2019), Trump meminta dana 5,7 miliar dollar AS, sekitar Rp 80,4 triliun, untuk membangun tembok perbatasan.

Baca juga: Petugas Dicutikan akibat Shutdown, 3 Orang Tewas di Taman Nasional AS

Dalam pidato selama delapan menit Selasa malam waktu setempat (8/1/2019), Trump menyalahkan oposisi Partai Demokrat atas kondisi itu.

Sebab, karena penolakan Demokrat atas permintaan dana, saat ini AS memasuki masa penutupan layahan pemerintahan ( shutdown).

"Situasi di perbatasan saat ini adalah krisis kemanusiaan. Sebuah krisis hati. Sebuah krisis jiwa," tutur presiden 72 tahun itu.

"Setiap hari, petugas bea cukai dan perbatasan berusaha menangkal ribuan migran ilegal yang berusaha memasuki negara kami," tambahnya.

Trump mengatakan Demokrat pernah menyetujui adanya pemisah fisik perbatasan melalui Senator Chuck Schumer, Barack Obama, Hillary Clinton, dan Joe Biden.

Pada 2006, mereka memberikan dukungan untuk pembangunan tembok perbatasan sepanjang 1.120 km melalui Undang-undang Pagar Keamanan.

"Pemisah ini merupakan faktor kritis bagi keamanan perbatasan. Inilah yang diinginkan oleh para profesional kami," tegasnya.

Ucapan Trump mendapat tanggapan dari ketua baru House of Representatives dari Demokrat, Nancy Pelosi, yang menuduh Trump telah menyandera rakyat AS

"Obsesi presiden adalah memaksa rakyat membayar pajak demi membiayai tembok yang mahal serta tidak efektif," kritik Pelosi.

Sementara Schumer yang kini menjadi pemimpin minoritas Senat AS menyebut Trump telah menebarkan ketakutan alih-alih fakta yang kuat.

Baca juga: Jika Trump Terbitkan Status Darurat Nasional di Perbatasan AS...

"Tidak ada Presiden AS yang boleh duduk di meja dan memaksa apa yang ingin dia lakukan, atau mengancam bakal memberlakukan shutdown," keluh Schumer.

Akibat shutdown yang kini sudah memasuki hari ke-19 WIB itu, sekitar 800.000 pegawai negeri dirumahkan atau mengalami furlough (bekerja tanpa digaji).

BBC melaporkan, jumlah migran ilegal yang memasuki AS mengalami penurunan jumlah dari 1,6 juta pada 2000 menjadi 400.000 tahun lalu.

Penelitian mengindikasikan sangat sedikit migran ilegal yang melakukan tindak kejahatan dibanding warga AS asli.

Baca juga: 4 Mantan Presiden AS Bantah Klaim Trump soal Bangun Tembok Perbatasan



Terkini Lainnya

Sampaikan Dukacita, Erdogan Sebut Morsi sebagai Martir

Sampaikan Dukacita, Erdogan Sebut Morsi sebagai Martir

Internasional
Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Meninggal di Tengah Persidangan

Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Meninggal di Tengah Persidangan

Internasional
Ledakan Misterius Terjadi di Perbatasan China dan Korea Utara

Ledakan Misterius Terjadi di Perbatasan China dan Korea Utara

Internasional
Dilanda Kekeringan, Namibia Bakal Jual 1.000 Satwa Liar

Dilanda Kekeringan, Namibia Bakal Jual 1.000 Satwa Liar

Internasional
Diundang Kim Jong Un, Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Ini

Diundang Kim Jong Un, Xi Jinping Akan Kunjungi Korea Utara Pekan Ini

Internasional
Protes Kekerasan oleh Pasien, Ribuan Dokter di India Gelar Aksi Mogok

Protes Kekerasan oleh Pasien, Ribuan Dokter di India Gelar Aksi Mogok

Internasional
Kisah Peluncuran 'Discovery STS-51G', Bawa Astronot Muslim Pertama

Kisah Peluncuran "Discovery STS-51G", Bawa Astronot Muslim Pertama

Internasional
Cadangan Uranium Iran Bakal Melebihi Batas pada 27 Juni

Cadangan Uranium Iran Bakal Melebihi Batas pada 27 Juni

Internasional
Viral soal Pengendara Tertib Berlalu Lintas di India, Ini Penjelasannya

Viral soal Pengendara Tertib Berlalu Lintas di India, Ini Penjelasannya

Internasional
Jumlah Hulu Ledak Nuklir di Dunia Dilaporkan Menurun tapi Lebih Modern

Jumlah Hulu Ledak Nuklir di Dunia Dilaporkan Menurun tapi Lebih Modern

Internasional
Pemerintah Saudi Tutup Kelab Malam 'Halal' di Hari Pembukaannya

Pemerintah Saudi Tutup Kelab Malam "Halal" di Hari Pembukaannya

Internasional
Otoritas Bangladesh Ubah Menu Sarapan di Penjara Setelah 200 Tahun

Otoritas Bangladesh Ubah Menu Sarapan di Penjara Setelah 200 Tahun

Internasional
Mencoba Trik Sulap Houdini, Pesulap Ini Malah Menghilang di Sungai

Mencoba Trik Sulap Houdini, Pesulap Ini Malah Menghilang di Sungai

Internasional
Presiden Brasil: Kriminalisasi Homofobia Justru Rugikan Kaum Gay

Presiden Brasil: Kriminalisasi Homofobia Justru Rugikan Kaum Gay

Internasional
Gelar Misa Perdana di Gereja Notre Dame, Uskup Agung Paris Pakai Helm Putih

Gelar Misa Perdana di Gereja Notre Dame, Uskup Agung Paris Pakai Helm Putih

Internasional

Close Ads X