Petugas Dicutikan akibat "Shutdown", 3 Orang Tewas di Taman Nasional AS

Kompas.com - 07/01/2019, 09:42 WIB
Pengumuman penutupan layanan di Taman Nasional Yosemite, Washington, Amerika, menyusul shutdown layanan pemerintah Amerika karena berlarutnya pembahasan anggaran di parlemen. Gambar diambil Selasa (1/10/2013). SCOTT OLSON / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFPPengumuman penutupan layanan di Taman Nasional Yosemite, Washington, Amerika, menyusul shutdown layanan pemerintah Amerika karena berlarutnya pembahasan anggaran di parlemen. Gambar diambil Selasa (1/10/2013).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Sebagian penutupan layanan pemerintah federal Amerika Serikat atau shutdown sejak 22 Desember 2018 menimbulkan berbagai dampak.

Salah satunya, shutdown membuat sejumlah pegawai pemerintah dicutikan atau bekerja tanpa upah. Petugas di taman nasional bahkan dipaksa libur dan tidak digaji.

Akibatnya, taman nasional ditinggalkan tanpa pengawasan sehingga memakan tiga korban jiwa.

Baca juga: Shutdown Memasuki Pekan Ketiga, Trump: Tidak Banyak Kemajuan

Laporan dari Washington Post menyebutkan, korban pertama adalah gadis berusia 14 tahun yang terjatuh dari ketinggian 213 meter di Horseshoe Bend Overlook, bagian dari Kawasan Rekreasi Glen Canyon di Arizona.

Kemudian pada Hari Natal, seorang pria tewas di Taman Nasional Yosemite, California, usai menderita cedera kepala karena jatuh.

Pada 27 Desember 2018, seorang perempuan kehilangan nyawa akibat tertimpa pohon tumbang di Taman Nasional Pegunungan Great Smoky.

Sebelumnya, pemerintahan administrasi Trump membiarkan taman nasional itu tetap buka, bahkan ketika Kementerian Dalam Negeri berhenti beroperasi.

Padahal pada sejumlah shutdown sebelumnya, Layanan Taman Nasional melarang akses publik ke banyak situs di seluruh AS untuk mengurangi risiko kerusakan taman dan cedera para pengunjung.

Secara total, ada 7 orang yang tewas di taman nasional sejak shutdown dimulai Desember lalu. Empat orang di antaranya diyakini bunuh diri.

Presiden lembaga Trust for Public Land, Diane Regas, mengaku telah mengirim surat kepada Trump agar menutup semua taman nasional.

"Kita mengambil risiko dengan sumber daya alami yang paling berharga tanpa mengetahui yang terbaik untuk melindungi warga, untuk melindungi taman," katanya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Ayah di Suriah Ajari Anaknya Tertawa Dengar Ledakan Bom | Kisah Korban Bully Quaden Bayles

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Ayah di Suriah Ajari Anaknya Tertawa Dengar Ledakan Bom | Kisah Korban Bully Quaden Bayles

Internasional
Terinspirasi Kisah Agatha Christie, Pria Ini Bunuh Tetangganya Pakai Minuman Soda

Terinspirasi Kisah Agatha Christie, Pria Ini Bunuh Tetangganya Pakai Minuman Soda

Internasional
Australia Anjurkan Warganya Untuk Karantina Selama Dua Pekan

Australia Anjurkan Warganya Untuk Karantina Selama Dua Pekan

Internasional
Video Perawat Hamil Rawat Pasien Virus Corona Dirilis, Publik China Marah

Video Perawat Hamil Rawat Pasien Virus Corona Dirilis, Publik China Marah

Internasional
Kaget Digigit, Peselancar Ini Tinju Mata Hiu

Kaget Digigit, Peselancar Ini Tinju Mata Hiu

Internasional
2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

Internasional
Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Internasional
Kasus Virus Corona Per 23 Februari 2020, 2.400 Orang Meninggal, 76.000 Terinfeksi

Kasus Virus Corona Per 23 Februari 2020, 2.400 Orang Meninggal, 76.000 Terinfeksi

Internasional
Dalam 24 Jam, Italia Umumkan 2 Korban Meninggal dan 79 Kasus Infeksi Virus Corona

Dalam 24 Jam, Italia Umumkan 2 Korban Meninggal dan 79 Kasus Infeksi Virus Corona

Internasional
Mahathir Bakal Putuskan Sendiri Kapan Dia Akan Mundur

Mahathir Bakal Putuskan Sendiri Kapan Dia Akan Mundur

Internasional
Anak Monyet Ini Berusaha Bangunkan Sang Induk yang Mati Tersetrum

Anak Monyet Ini Berusaha Bangunkan Sang Induk yang Mati Tersetrum

Internasional
Pernyataan Muhadjir Effendy Ini Jadi Sorotan Media Internasional Karena Dianggap Menghebohkan

Pernyataan Muhadjir Effendy Ini Jadi Sorotan Media Internasional Karena Dianggap Menghebohkan

Internasional
Menikah Massal di Tengah Virus Corona, Pasangan Ini Berciuman Pakai Masker

Menikah Massal di Tengah Virus Corona, Pasangan Ini Berciuman Pakai Masker

Internasional
Virus Corona, Siapa Penyebar Pertama dan Mengapa Dia Penting untuk Ditemukan

Virus Corona, Siapa Penyebar Pertama dan Mengapa Dia Penting untuk Ditemukan

Internasional
Takut Tertular Virus Corona, Demonstran di Ukraina Lempari Bus yang Bawa Warga dari China

Takut Tertular Virus Corona, Demonstran di Ukraina Lempari Bus yang Bawa Warga dari China

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X