Kompas.com - 27/11/2018, 08:07 WIB
Hassan al-Kontar saat berada di bandara internasional Kuala Lumpur di Malaysia. METRO.co.uk / TWITTERHassan al-Kontar saat berada di bandara internasional Kuala Lumpur di Malaysia.

TAIPEI, KOMPAS.com — Masih ingatkah Anda dengan pria Suriah yang menghabiskan sekitar tujuh bulan tinggal di Bandara Internasional Kuala Lumpur?

Hassan al-Kontar telantar di bandara itu sejak Maret lalu setelah ditolak terbang ke Ekuador.

Kini dalam akun media sosialnya, dia meluapkan kegembiraan. Pasalnya, Kanada memberikan suaka untuk Kontar sehingga dia tidak lagi harus tidur di bandara.

"Hari ini, saya berada di Bandara Internasional Taiwan. Besok, saya akan mencapai tujuan akhir Vancouver, Kanada," ucapnya melalui unggahan di Twitter, Senin (26/11/2018).

Baca juga: Tujuh Bulan Telantar di Bandara Malaysia, Pria Suriah Akhirnya Ditahan

BBC melaporkan, Kontar telah menghabiskan dua bulan terakhir di pusat penahanan Malaysia. Namun, sponsornya di Kanada berusaha untuk mempercepat penyelesaian kasusnya.

Dua organisasi yang membantunya adalah British Columbia Muslim Association dan Canada Caring Society. Lembaga tersebut mensponsori Kontar untuk datang ke Kanada sebagai pengungsi.

"Ini tidak dapat dipercaya setelah beberapa bulan ini. Ada banyak air mata dan kebahagiaan," ucap Laurier Cooper dari Canada Caring Society seusai mengetahui Kontar akan tiba di Kanada.

Dia mengatakan, banyak orang dari seluruh dunia membantu mengumpulkan uang untuk membawa Kontar ke Kanada.

Kontar akan tinggal di rumah Cooper ketika sampai ke Kanada. Dia juga ditawari pekerjaan di hotel di Whistler.

"Saya tidak yakin bagaimana kondisi mental dan fisiknya saat tiba, jadi pertama saya akan membiarkannya istirahat beberapa hari," ucap Cooper seperti diwartakan CBC.

Kehilangan pekerjaan

Kontar berasal dari Suweida, Suriah. Dia pernah bekerja sebagai manajer pemasaran asuransi di Uni Emirat Arab dari 2006 hingga 2012.

Dia kehilangan izin kerjanya setelah konflik Suriah pecah pada 2011. Pria berusia 37 tahun itu terus berjuang mencari negara yang akan memberinya visa sehingga dia tidak harus kembali ke Suriah.

Dia tinggal secara ilegal di UEA, namun ditangkap pada 2016. Kemudian pada 2017, Kontar mendapat paspor baru, tapi dideportasi ke Malaysia.

Malaysia merupakan salah satu dari sedikit negara di unia yang memberi warga Suriah akses bebas visa pada saat kedatangan. Dia diberi visa turis tiga bulan.

Baca juga: Serangan Gas Beracun di Suriah Lukai 107 Orang

Ketika visanya sudah berakhir, dia mencoba pergi ke Turki tapi tidak diizinkan naik pesawat. Lalu, dia pergi Kamboja namun harus kembali lagi ke Malaysia.

Dia menghabiskan berbulan-bulan di area kedatangan di bandara dan hidup dari makanan yang diberikan staf maskapai penerbangan.

Kontar telah mengajukan suaka di Ekuador dan Kamboja, tapi tidak berhasil.

Tidak juga dapat menemukan negara yang mau memberinya visa dan tak ingin balik ke Suriah, dia telantar di area transit bandara.

Di situ, dia mendokumentasikan kegiatannya di bandara dan mengunggahnya di media sosial dengan tulisan yang terkadang lucu dan tak jarang justru memilukan.

Baca juga: Pasukan Rezim Suriah Berhasil Usir ISIS dari Wilayah Selatan

Dalam videonya di Twitter, Kontar meminta maaf karena janggut dan rambutnya yang begitu lebar. Namun, tida tidak sabar menantikan masa depan yang menantinya.

"Selama delapan tahun terakhir ini merupakan perjalanan yang berat dan panjang. Selama 10 bulan terakhir sulit," katanya.

"Saya tidak dapat melakukannya tanpa bantuan keluarga saya, teman-teman Kanada saya, keluarga, dan pengacara saya," tuturnya.

"Terima kasih semua. Saya mencintai kalian semua," ucap Kontar.



Sumber BBC,CBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X