Lebih dari 38.500 Penduduk Suriah Mengungsi dalam Dua Pekan Terakhir - Kompas.com

Lebih dari 38.500 Penduduk Suriah Mengungsi dalam Dua Pekan Terakhir

Kompas.com - 13/09/2018, 22:58 WIB
Warga Suriah membawa harta benda mereka meninggalkan tempat tinggal dan kampung halaman mereka di Idlib menuju wilayah yang lebih aman, menyusul serangan yang dilancarkan pasukan rezim pro-pemerintah bersama sekutu Rusia.AFP / AAREF WATAD Warga Suriah membawa harta benda mereka meninggalkan tempat tinggal dan kampung halaman mereka di Idlib menuju wilayah yang lebih aman, menyusul serangan yang dilancarkan pasukan rezim pro-pemerintah bersama sekutu Rusia.

IDLIB, KOMPAS.com - Kekerasan yang meningkat di wilayah Suriah telah mendorong lebih dari 38.500 penduduk mengungsi dalam kurang dari dua minggu terakhir.

Situasi semakin memanas di Provinsi Idlib, setelah pemerintah rezim Suriah bersama sekutunya Rusia dan Iran mengumumkan akan melancarkan serangan besar-besaran guna merebut wilayah itu dari kelompok pemberontak.

Namun Badan Kemanusiaan PBB (OCHA), pada Kamis (13/9/2018) menyebut peningkatan tajam dalam kekerasan dan ketakutan akan terjadinya eskalasi telah mendorong lebih dari 38.500 warga meninggalkan tempat tinggal mereka untuk menuju tempat yang lebih aman.

Jumlah tersebut hanya dihitung sejak 12 hari pertama di bulan September dan telah mengalami peningkatan hampir 10.000 dari perhitungan PBB pada Senin (10/9/2018).

Baca juga: Bersiap Hadapi Senjata Kimia, Warga Idlib Bikin Masker Sendiri

Namun OCHA juga mengatakan bahwa sebanyak 4.500 warga yang mengungsi sejak 1 September telah kembali secara spontan selama tiga hari terakhir, menyusul penurunan ketegangan di bagian barat dan selatan pedesaan provinsi Idlib.

Dikatakan sebagian besar warga yang meninggalkan rumah mereka telah melarikan diri ke arah utara menuju perbatasan Turki.

"Sebagian lainnya memilih melarikan diri ke lahan pertanian di dekat komunitas asal mereka dengan harapan dapat segera kembali setelah pertikaian berakhir," kata OCHA dilansir AFP.

Operasi militer besar-besaran yang akan dilancarkan pemerintah rezim Suriah dengan sekutu Rusia dan Iran ke wilayah Idlib telah diprediksi banyak pihak bakal memicu krisis kemanusiaan terburuk.

Hal tersebut lantaran sudah tidak ada wilayah di sekitar Idlib yang masih dikuasai kelompok pemberontak Suriah, di mana penduduk dapat dievakuasi.

Baca juga: Turki Tawarkan Evakuasi bagi Pemberontak Keluar dari Idlib

"Kami sama sekali tidak siap untuk skenario terburuk," kata koordinator kemanusiaan regional PBB untuk krisis Suriah, Panos Moumtzis kepada wartawan di Jenewa.

"Jika sampai tiga juta warga menuju perbatasan Turki maka ini akan menjadi skenario yang jauh melebihi kapasitas semua organisasi kemanusiaan bahkan jika disatukan," lanjutnya.

PBB telah menyiapkan rencana untuk membantu hingga 900.000 warga yang mengungsi dari Idlib, namun Moumtzis mengharapkan hal tersebut tidak sampai terjadi.


Komentar
Close Ads X