Kompas.com - 13/09/2018, 22:01 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. AFP/KAYHAN OZERPresiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

ANKARA, KOMPAS.com - Presiden Recep Tayyip Erdogan memerintahkan agar setiap transaksi maupun perjanjian yang menyangkut properti di Turki wajib dilakukan dalam mata uang lira.

Melansir dari The New Arab, aturan yang dituangkan dalam surat keputusan presiden pada Kamis (13/9/2018), tersebut dilakukan sebagai upaya mengangkat kembali nilai mata uang negara itu.

Dalam surat keputusan yang ditandatangani Erdogan itu memutuskan kontrak untuk jual beli maupun sewa menyewa properti dilarang dilakukan dalam mata uang asing dan harus dikonversikan ke dalam lira.

"Sedangkan perjanjian yang telah dilakukan saat ini dalam mata uang asing harus diubah menjadi lira dalam 30 hari," tulis surat keputusan tersebut.

Baca juga: Erdogan: Turki akan Percepat Proses Pembelian S-400 dari Rusia

Perjanjian sewa maupun jual beli di sektor ritel di Turki sering dilakukan dalam mata uang asing dan termasuk oleh orang asing yang tinggal di Turki.

Meski tetap dimungkinkan adanya pengecualian yang ditetapkan Kementerian Keuangan yang sejak Juli lalu dipimpin menantu Erdogan, Berat Albayrak itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Langkah mewajibkan transaksi sektor properti itu sebagai salah satu upaya mengatasi penurunan nilai mata uang lira yang drastis terhadap dolar AS sejak bulan lalu.

Penurunan nilai mata uang tersebut menyusul kebijakan impor AS yang menaikkan tarif untuk impor baja dan alumunium dari Turki.

Pemberlakuan tarif baru tersebut bisa disebut sebagai sanksi AS atas tindakan Ankara yang menahan pastor AS dan menolak membebaskannya.

Di tengah perselisihan diplomatik antara Ankara dengan Washington itu, bulan lalu, Qatar telah mengumumkan investasi sebesar 15 miliar dolar AS di Turki.

Turki dan Qatar telah menjadi mitra ekonomi dan politik yang semakin dekat sejak perselisihan dengan AS.

Turki juga menjadi salah satu negara pendukung Qatar saat dilakukannya blokade ekonomi oleh Arab Saudi dan sejumlah negara Arab sejak Juni tahun lalu.

Doha memiliki nilai investasi senilai total 20 miliar dolar di Turki, sementara Ankara menjadi salah satu eksportir teratas di negara emirat kaya akan gas bumi itu.

Baca juga: Erdogan: Turki Tak Akan Tunduk pada Mereka yang Mengeksploitasi Dunia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.