Erdogan: Turki akan Percepat Proses Pembelian S-400 dari Rusia

Kompas.com - 31/08/2018, 21:46 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat berbicara di hadapan pemimpin negara-negara Islam di pertemuan darurat negara kerja sama Islam (OKI) di Istanbul, 18 Mei 2018. AFP / YASIN AKGULPresiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat berbicara di hadapan pemimpin negara-negara Islam di pertemuan darurat negara kerja sama Islam (OKI) di Istanbul, 18 Mei 2018.

ANKARA, KOMPAS.com - Presiden Recep Tayyip Erdogan menegaskan bahwa Turki akan mempercepat proses pembelian sistem pertahanan udara buatan Rusia yang sangat canggih, dalam waktu singkat.

Pembelian sistem pertahanan udara yang dinamakan S-400 buatan Rusia tersebut telah menjadi kekhawatiran negara-negara sekutu Ankara di NATO, termasuk AS yang mengecam keputusan tersebut.

"Turki membutuhkan S-400 dan kesepakatan telah dilakukan. Kami akan memilikinya dalam waktu dekat," kata Erdogan di kota barat Balikesir, Jumat (31/8/2018), dilansir AFP.

Pada April lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin telah menyetujui percepatan dalam proses pengiriman pertama S-400 ke Turki yang sebelumnya dijadwalkan awal 2020 menjadi pada tahun 2019 mendatang.

Baca juga: Bila Tetap Beli S-400 dari Rusia, India Terancam Sanksi AS

S-400 merupakan sistem pertahanan generasi terbaru dengan rudal dari permukaan ke udara yang dikembangkan Rusia dan dianggap sebagai ancaman oleh negara-negara NATO.

Pembelian persenjataan besar dari Moskwa telah meningkatkan keprihatinan atas orientasi strategis Turki dan kesesuaian sistem di dalam aliansi.

Belum lagi saat ini hubungan antara Turki dengan AS tengah memanas akibat penahanan seorang pastor Amerika atas tuduhan terlibat teror, yang dilakukan Ankara.

Krisis terus meningkat dengan AS menjatuhkan sanksi kenaikan tarif terhadap barang impor alumunium dan baja dari Turki, menyebabkan nilai mata uang lira terjun bebas atas dolar.

Ankara pun mengambil langkah balasan dengan menerapkan hal serupa terhadap produk-produk AS.

Erdogan tetap bertahan dalam menghadapi sanksi AS dan mengatakan negaranya bukan tanpa alternatif, serta memperingatkan bakal mencari pasar dan sekutu baru.

Washington pun kembali memperingatkan Ankara terkait pengiriman S-400 dari Rusia dengan mengatakan hal tersebut bakal mempengaruhi prospek kerja sama industri militer kedua negara.

Baca juga: Rusia Bakal Kirim Sistem Rudal S-400 ke Turki pada 2019

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Internasional
Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Internasional
Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Internasional
Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Internasional
Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Internasional
Korea Utara Kembali Gelar 'Tes Krusial'

Korea Utara Kembali Gelar "Tes Krusial"

Internasional
Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

Internasional
Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Internasional
Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Internasional
Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X