Mantan Perdana Menteri Pakistan Dijatuhi Hukuman 10 Tahun Penjara

Kompas.com - 06/07/2018, 21:53 WIB
Mantan perdana menteri Pakistan Nawaz Sharif, yang telah dijatuhi hukuman 10 tahun penjara oleh pengadilan korupsi, pada Jumat (6/7/2018). AFP / AAMIR QURESHIMantan perdana menteri Pakistan Nawaz Sharif, yang telah dijatuhi hukuman 10 tahun penjara oleh pengadilan korupsi, pada Jumat (6/7/2018).

ISLAMABAD, KOMPAS.com - Pengadilan Korupsi Pakistan menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara kepada mantan perdana menteri Nawaz Sharif, pada Jumat (6/7/2018).

Keputusan tersebut menjadi sebuah pukulan telak bagi partai politiknya, Liga Muslim Pakistan-Nawaz (PML-N) yang akan menghadapi pemilihan umum pada 25 Juli mendatang.

Saat keputusan hukuman dibacakan, Nawaz tidak hadir di pengadilan karena menemai istrinya yang menjalani perawatan untuk penyakit kanker di London, Inggris.

Kini muncul pernyataan, apakah Nawaz akan kembali ke Pakistan setelah hukumannya dibacakan.

Keputusan pengadilan ini juga menjadi peluang bagi partai oposisi utama, yang dipimpin Imran Khan, untuk meraih suara terbanyak dalam pemilu mendatang.

Baca juga: Komandan Taliban Pakistan Paling Diburu Dilaporkan Tewas

Nawaz digulingkan dari jabatannya sebagai perdana menteri oleh Mahkamah Agung pada 2017 lalu karena terlibat kasus korupsi dan telah dilarang dalam politik seumur hidup.

Meski tak lagi menjabat sebagai pemimpin pemerintahan, namun sosol Nawaz masih menjadi simbol kuat bagi partainya, PML-N.

Kerabat Nawaz, Shahbaz Sharif yang saat ini memimpin PML-N, dengan tegas menolak keputusan pengadilan.

"Kami menolak keputusan ini, yang didasarkan pada ketidakadilan. Keputusan ini akan dicatat sebagai sejarah kelam negara ini," katanya.

Sebaliknya dari kelompok oposisi, Khan menyambut gembira keputusan pengadilan dan mengajak para pendukungnya untuk memanjatkan doa syukur karena Pakistan akan menuju lembaran baru.

"Hari ini semua orang Pakistan harus mengucap syukur karena hari ini adalah awal dari sebuah Pakistan yang baru. Sekarang perampok negara tidak akan menuju majelis, tetapi ke penjara," ujar Khan dalam kampanye yang dihadiri ribuan pendukungnya.

Baca juga: India Kembali Terlibat Baku Tembak dengan Pakistan di Kashmir

Selain dijatuhi sanksi penjara, pengadilan juga memberikan hukuman denda 10 juta dolar (Rp 143 miliar) kepada Sharif karena telah membeli properti bernilai tinggi di London. Demikian disampaikan pengacara pembela, Mohammad Aurangzeb kepada AFP.

Sementara ditambahkan pengacara penuntut Sardar Muzaffar Abbas, pengadilan telah memerintahkan untuk penyitaan terhadap properti tersebut oleh pemerintah federal.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Internasional
Mengungsi ke Meksiko, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Janji Kembali Lebih Kuat

Mengungsi ke Meksiko, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Janji Kembali Lebih Kuat

Internasional
Dilarang Berhubungan Seks di Rumah, Pria Ini Bunuh Anjing Ibunya

Dilarang Berhubungan Seks di Rumah, Pria Ini Bunuh Anjing Ibunya

Internasional
Diperkosa Kakak Sendiri, Bocah 10 Tahun Hamil 8 Bulan

Diperkosa Kakak Sendiri, Bocah 10 Tahun Hamil 8 Bulan

Internasional
Dilecehkan 2 'Suami' di China, Gadis 13 Tahun asal Kamboja Diselamatkan

Dilecehkan 2 "Suami" di China, Gadis 13 Tahun asal Kamboja Diselamatkan

Internasional
Bantu Penyintas Gempa Filipina, Tim Dompet Dhuafa Bangun Huntara

Bantu Penyintas Gempa Filipina, Tim Dompet Dhuafa Bangun Huntara

Internasional
Serangan Israel Bunuh Komandan Milisi Jihad Islam di Jalur Gaza

Serangan Israel Bunuh Komandan Milisi Jihad Islam di Jalur Gaza

Internasional
Permintaan Suaka Dikabulkan, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Terbang ke Meksiko

Permintaan Suaka Dikabulkan, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Terbang ke Meksiko

Internasional
Australia Bersiap untuk 'Bencana' Kebakaran Hutan

Australia Bersiap untuk "Bencana" Kebakaran Hutan

Internasional
Pemimpin Hong Kong: Demonstran Kini adalah Musuh Rakyat

Pemimpin Hong Kong: Demonstran Kini adalah Musuh Rakyat

Internasional
Tiga Penampil Ditikam Pria Yaman di Arab Saudi

Tiga Penampil Ditikam Pria Yaman di Arab Saudi

Internasional
Pria di Singapura Akui Berhubungan Seks dengan Anak Tiri yang Berumur 15 Tahun

Pria di Singapura Akui Berhubungan Seks dengan Anak Tiri yang Berumur 15 Tahun

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Polisi Hong Kong Tembak Demonstran | Pengantin ISIS Ingin Pulang ke AS

[POPULER INTERNASIONAL] Polisi Hong Kong Tembak Demonstran | Pengantin ISIS Ingin Pulang ke AS

Internasional
Pria di Hong Kong Dibakar Hidup-hidup oleh Demonstran karena Masalah Identitas

Pria di Hong Kong Dibakar Hidup-hidup oleh Demonstran karena Masalah Identitas

Internasional
Diminta Berhenti Minum-minum, Pria di India Memenggal Kepala Istrinya

Diminta Berhenti Minum-minum, Pria di India Memenggal Kepala Istrinya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X