India Kembali Terlibat Baku Tembak dengan Pakistan di Kashmir

Kompas.com - 04/06/2018, 20:12 WIB
Anggota pasukan paramiliter India berjaga di Srinagar, ibu kota Jammu di dekat perbatasan Kashmir. AFP / TAUSEEF MUSTAFAAnggota pasukan paramiliter India berjaga di Srinagar, ibu kota Jammu di dekat perbatasan Kashmir.

JAMMU, KOMPAS.com - Pasukan Keamanan India dan Pakistan terlibat saling tembak di wilayah perbatasan Kashmir yang disengketakan, pada Minggu (3/6/2018). Baku tembak tersebut terjadi hanya beberapa hari usai kedua negara sepakat untuk melanjutkan gencatan senjata.

Setidaknya dua anggota pasukan keamanan perbatasan India menjadi korban tewas dalam baku tembak tersebut, sementara tujuh warga sipil luka-luka di kota Aknoor.

Dilansir dari AFP, Pasukan Keamanan Perbatasan India mengatakan, anggotanya membalas serangan dan tembakan yang dilepaskan para polisi perbatasan Pakistan di Sialkot.

Laporan mereka menyebutkan tembakan dilancarkan tanpa ada provokasi.

Baca juga: India Umumkan Gencatan Senjata di Kashmir Selama Ramadhan

"Para prajurit yang terluka segera dievakuasi ke rumah sakit militer di mana mereka kemudian dilaporkan telah meninggal dunia akibat luka-luka mereka," kata juru bicara pasukan perbatasan India, Manoj Yadav.

Otoritas Pakistan tidak segera menanggapi tuduhan yang dilayangkan kepolisian India yang menyebut insiden baku tembak dimulai dari pihak Pakistan.

Kepolisian Perbatasan Pakistan juga tidak segera melaporkan ada tidaknya kerusakan maupun korban jiwa atau luka dari kubu mereka.

Insiden baku tembak dan serangan mortir tersebut terjadi hanya berselang empat hari usai kedua pemerintahan sepakat dan berjanji melanjutkan perjanjian gencatan senjata di Kashmir.

Kedua pihak sebelumnya pada 2003 telah menyepakati perjanjian gencatan senjata. Meski demikian masih kerap terjadi gesekan dan tindak kekerasan di wilayah yang diperebutkan itu.

Kedua belah saling menyalahkan dan tidak menuruti perjanjian gencatan senjata selama 15 tahun, menyebabkan korban jiwa masih terus berjatuhan.

Namun empat hari lalu, pada Selasa (29/5/2018) pekan lalu, kedua pihak menyatakan sepakat untuk menghentikan serangan di sepanjang perbatasan Kashmir.

Baca juga: Bebaskan Tawanan, Pemberontak Pakistan Serbu Rumah Sakit di Kashmir

Wilayah Kashmir telah menjadi rebutan dan terbagi dua sejak berakhirnya pemerintahan kolonial Inggris pada 1947.

Antara New Delhi dan Islamabad sama-sama saling mengklaim wilayah kerajaan Himalaya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Internasional
Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Internasional
Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Internasional
Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Internasional
Korea Utara Kembali Gelar 'Tes Krusial'

Korea Utara Kembali Gelar "Tes Krusial"

Internasional
Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

Internasional
Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Internasional
Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Internasional
Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X