Jaksa: Pembunuhan Kim Jong Nam Bukan "Prank", tapi Direncanakan

Kompas.com - 28/06/2018, 16:20 WIB
Foto ini diambil pada 2001, ketika Kim Jon Nam tiba di bandara Narita, Jepang. TOSHIFUMI KITAMURA / AFPFoto ini diambil pada 2001, ketika Kim Jon Nam tiba di bandara Narita, Jepang.

SHAH ALAM, KOMPAS.com - Jaksa di Malaysia pada Kamis (28/6/2018) menyebut pembunuhan terhadap kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un bukanlah "prank" atau lelucon.

Mereka menganggap pembunuhan Kim Jong Nam telah direncanakan secara hati-hati dan dieksekusi dengan matang menggunakan racun yang dilarang PBB.

Jaksa menampik pernyataan bahwa kedua terdakwa direkrut untuk tampil pada acara televisi tetapi malah ditipu dan menjadi pembunuh dalam sebuah plot rumit oleh sekelompok agen Korea Utara.

Baca juga: AS: Korea Utara Perintahkan Pembunuhan Kim Jong Nam dengan Racun VX

Siti Aisyah dari Indonesia dan Doan Thi Huong dari Vietnam dituduh membunuh Kim Jong Nam dengan mengoleskan racun saraf VX di wajah pria tersebut, di bandara Kuala Lumpur pada tahun lalu.

VX sangat mematikan sehingga diklasifikasikan sebagai senjata pemusnah massal oleh PBB. Kim Jong Nam meninggal dalam beberapa menit setelah terpapar racun itu.

"Itu adalah pembunuhan, di mana pembunuhan itu direncanakan dan dieksekusi dengan hati-hati," kata jaksa penuntut secara tertulis.

Dia menambahkan, kedua perempuan itu telah dilatih untuk memastikan pembunuhan dapat berharsil dilakukan.

"Unsur agresif hadir dan ini saja seharusnya menyangkal adanya unsur lelucon," demikian pernyataan jaksa.

Baca juga: Kim Jong Nam Sempat Ungkap Hidupnya dalam Bahaya

Jaksa mencatat prank melibatkan "elemen humor", tetapi bukti video menunjukkan terdakwa tidak tertawa selama dan setelah serangan itu.

"Itu bukan lelucon dan mereka tahu apa yang mereka lakukan," tulis jaksa.

Perempuan asal Indonesia, Siti Aisyah, bersiap menjalani sidang lanjutan kasus pembunuhan Kim Jong Nam, dikawal saat ia tiba di Departemen Kimia di Petaling Jaya, dekat Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (9/10/2017). Siti Aisyah bersama warga Vietnam, Doan Thi Huong, dituduh terlibat dalam pembunuhan saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tersebut, 13 Februari lalu. AFP PHOTO/MOHD RASFAN Perempuan asal Indonesia, Siti Aisyah, bersiap menjalani sidang lanjutan kasus pembunuhan Kim Jong Nam, dikawal saat ia tiba di Departemen Kimia di Petaling Jaya, dekat Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (9/10/2017). Siti Aisyah bersama warga Vietnam, Doan Thi Huong, dituduh terlibat dalam pembunuhan saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tersebut, 13 Februari lalu.
Kedua terdakwa menyangkal pembunuhan terhadap Kim Jong Nam. Mereka akan menghadapi hukuman mati dengan digantung jika terbukti bersalah.

Persidangan yang dimulai tahun lalu dilanjutkan Rabu (27/6/2018), setelah rehat sejak awal April lalu.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Internasional
Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Internasional
MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

Internasional
Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Internasional
Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Internasional
Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

Internasional
Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Internasional
Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Internasional
Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Internasional
[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

Internasional
Seorang Warga China Diduga Terinfeksi Virus Corona di Sorong

Seorang Warga China Diduga Terinfeksi Virus Corona di Sorong

Internasional
Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Internasional
'Rencana Perdamaian' Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

"Rencana Perdamaian" Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X