Kim Jong Nam Sempat Ungkap Hidupnya dalam Bahaya

Kompas.com - 27/02/2018, 21:00 WIB
Kim Jong Nam (kiri) dilaporkan pernah disiapkan menjadi pengganti Kim Jong Il namun akhirnya Kim Jong Un yang menjadi pemimpi tertinggi Korea Utara.
Associated PressKim Jong Nam (kiri) dilaporkan pernah disiapkan menjadi pengganti Kim Jong Il namun akhirnya Kim Jong Un yang menjadi pemimpi tertinggi Korea Utara.

KUALA LUMPUR, KOMPAS.comKim Jong Nam, saudara tiri Pemimpin Korea Utara ( Korut) Kim Jong Un yang tewas dibunuh, sempat khawatir keselamatannya terancam.

Fakta tersebut diungkapkan oleh ketua tim penyelidik dalam persidangan di Pengadilan Tinggi Shah Alam, Selasa (27/2/2018).

Dilansir Reuters via Channel News Asia, Wan Azirul Nizam Che Wan Aziz mengatakan, enam bulan sebelum insiden terjadi, Kim sempat menghubungi rekannya, Tomie Yoshio.

"Saat itu, Kim berkata 'Saya rasa hidup saya dalam bahaya. Saya butuh sopir'," kata Wan dalam kesaksiannya.

Wan mengaku mendapatkan informasi tersebut dari penyelidik yang menginterogasi Yoshio secara langsung.

Baca juga: Sebelum Dibunuh, Kim Jong Nam Sempat Bertemu Agen Rahasia AS

Yoshio kemudian mengutus sopir, Ahmad Fuad, untuk menjemput Kim setibanya di Kuala Lumpur pada 6 Februari 2017, dan langsung membawanya ke tempat yang dia inginkan.

Namun, Wan tidak membeberkan soal siapa itu Yoshio, dan di mana dirinya berada pada saat ini.

Sepekan kemudian (13/2/2017), Kim tewas di Bandara Internasional Kuala Lumpur setelah dirinya terkena racun saraf VX di wajah. Saat tewas, Kim menggunakan nama samaran Kim Chol di paspornya.

Dua perempuan ditahan polisi karena mereka dianggap sebagai orang yang menyeka wajah Kim dengan racun yang dilarang PBB tersebut.

Kedua perempuan tersebut adalah Siti Aisyah, warga negara Indonesia, dan Doan Thi Huong, warga negara Vietnam.

Keduanya menyatakan tidak bersalah karena saat kejadian mereka mengira sedang dalam program reality show.

Kuasa hukum Aisyah, Gooi Soon Seng, dalam pemeriksaan silang menuduh investigasi yang dilakukan polisi berat sebelah.

Indikasinya adalah polisi dianggap tidak serius menginterogasi empat pria Korut yang juga ditetapkan sebagai tersangka.

Salah satunya adalah Hong Song Hac, pria yang membayar Aisyah dan Doan untuk bertingkah seperti berada di program reality show.

Gooi mengatakan, setelah ditelusuri oleh Kemenlu Indonesia, Hong merupakan pegawai Kedutaan Besar Korut di Jakarta pada 2016 hingga 2017.

Baca juga: Kim Jong Nam Diyakini Bawa Obat Penawar saat Diracun

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Arab Saudi Tangguhkan Visa Umrah, Ini Negara Tetangganya yang Positif Virus Corona

Arab Saudi Tangguhkan Visa Umrah, Ini Negara Tetangganya yang Positif Virus Corona

Internasional
Kerusuhan India, 23 Orang Tewas dalam Demo Menentang UU Kewarganegaraan

Kerusuhan India, 23 Orang Tewas dalam Demo Menentang UU Kewarganegaraan

Internasional
23 Orang Tewas di Kerusuhan India, tapi Ada Juga Demo yang Berlangsung Sunyi

23 Orang Tewas di Kerusuhan India, tapi Ada Juga Demo yang Berlangsung Sunyi

Internasional
Keturunan WNI Tanpa Identitas di Malaysia Bertemu Ibu Kandung Setelah 15 Tahun

Keturunan WNI Tanpa Identitas di Malaysia Bertemu Ibu Kandung Setelah 15 Tahun

Internasional
Mahathir Mohamad Merasa Belum Waktunya Mundur

Mahathir Mohamad Merasa Belum Waktunya Mundur

Internasional
Korban Meninggal karena Virus Corona di Iran Bertambah Empat, Total Ada 19

Korban Meninggal karena Virus Corona di Iran Bertambah Empat, Total Ada 19

Internasional
Mahathir Mohamad Ingin Bentuk Pemerintahan yang Pro pada Kepentingan Nasional

Mahathir Mohamad Ingin Bentuk Pemerintahan yang Pro pada Kepentingan Nasional

Internasional
Virus Corona, Perancis Umumkan Kematian Pertama dari Warga Negaranya

Virus Corona, Perancis Umumkan Kematian Pertama dari Warga Negaranya

Internasional
Pertama Kalinya, Liga Sepak Bola Putri Arab Saudi Diluncurkan

Pertama Kalinya, Liga Sepak Bola Putri Arab Saudi Diluncurkan

Internasional
Cerita Warga Codogno, Kota Berjuluk 'Wuhannya Italia', di Tengah Wabah Virus Corona

Cerita Warga Codogno, Kota Berjuluk "Wuhannya Italia", di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
Kerusuhan New Delhi Kian Mencekam, Total 20 Orang Tewas

Kerusuhan New Delhi Kian Mencekam, Total 20 Orang Tewas

Internasional
Wabah Virus Corona, Ritual Rabu Abu di Filipina Berubah

Wabah Virus Corona, Ritual Rabu Abu di Filipina Berubah

Internasional
Tentara AS yang Bertugas di Korea Selatan Terinfeksi Virus Corona

Tentara AS yang Bertugas di Korea Selatan Terinfeksi Virus Corona

Internasional
Telanjang Dada di Depan Anak Tiri, Wanita Ini Dibawa ke Pengadilan

Telanjang Dada di Depan Anak Tiri, Wanita Ini Dibawa ke Pengadilan

Internasional
Publik AS Diminta untuk Bersiap Menghadapi Virus Corona

Publik AS Diminta untuk Bersiap Menghadapi Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X