Pemberontak Suriah Mulai Tinggalkan Wilayah Selatan Damaskus

Kompas.com - 04/05/2018, 14:05 WIB

DAMASKUS, KOMPAS.com - Upaya pemerintah Suriah dalam menggiring kelompok pemberontak meninggalkan wilayah-wilayah kantong mereka kembali membuahkan hasil.

Kamis (3/5/2018), sekelompok pasukan pemberontak mulai terlihat menarik diri dari daerah kantong yang mereka kuasai di selatan Damaskus, setelah pasukan rezim Suriah mengepung wilayah tersebut.

Meski demikian masih ada beberapa anggota pemberontak di dekat Homs yang tetap menembaki kawasan yang dikendalikan pemerintah setelah kelompok mereka setuju untuk mundur.

Wilayah kantong di selatan Damaskus dan di dekat Homs menjadi dua area kepungan yang terakhir dikuasai pemberontak.

Baca juga : Serangan Gas Beracun Paksa Pemberontak Suriah Tinggalkan Douma

Namun pemberontak masih menguasai sejumlah besar wilayah di barat laut dan barat daya Suriah yang ada di sepanjang perbatasan.

Rezim Presiden Bashar al-Assad tengah fokus pada pengusiran pemberontak dari wilayah kantong yang terkepung sejak berhasil menggiring mereka keluar dari Ghouta Timur bulan lalu.

Stasiun televisi Suriah memperlihatkan rekaman saat bus-bus pemberontak tiba di Beit Sahm, melalui jalanan sempit yang dikelilingi tentara dan di antara reruntuhan bangunan sisa pertempuran.

Bus-bus tersebut membawa para pemberontak berserta anggota keluarga mereka.

Sekitar 5.000 anggota pemberontak dan keluarganya diperkirakan akan meninggalkan wilayah Beit Sahm, Babila dan Yalda menuju daerah-daerah oposisi di utara Suriah.

"Mereka menyusul kelompok yang telah lebih dulu meninggalkan wilayah kantong pada Senin lalu," kata laporan dalam siaran televisi tersebut dilansir Al Arabiya.

Baca juga : Pasukan Suriah Mulai Memasuki Kota Dumayr Usai Evakuasi Pemberontak

Pada Rabu (2/5/2018), pemberontak di wilayah kepungan terbesar yang tersisa di kota-kota Hama dan Homs di sekitar Rastan, Talbiseh dan Houla juga telah sepakat untuk menyerah.

Namun sejumlah kecil pemberontak yang menolak kesepakatan itu tetap menembaki daerah-daerah yang dikuasai pemerintah hingga Kamis pagi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Al Arabiya
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.