Serang Suriah, AS Pakai Misil "Siluman" Berharga Rp 19 Miliar Sebuah - Kompas.com

Serang Suriah, AS Pakai Misil "Siluman" Berharga Rp 19 Miliar Sebuah

Kompas.com - 16/04/2018, 19:15 WIB
Pengebom siluman B-1B Lancer.Wikipedia Pengebom siluman B-1B Lancer.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com — Salah satu peralatan tempur canggih yang dikerahkan Amerika Serikat saat menyerang Suriah pada Sabtu (14/4/2018) adalah misil AGM-158B JASSM-ER.

Misil ini ditembakkan dari pesawat pengebom Lancer B-1B yang terbang di atas Damaskus untuk menghantam situs-situs pembuat senjata kimia Suriah.

Misil produksi Lockheed Martin khusus untuk militer AS ini mampu terbang sejauh 575 mil atau sekitar 925 kilometer.

Dengan menggunakan sistem pencitraan infra merah, misil ini bisa mengenai target dengan ketepatan yang amat tinggi. Bahkan, misil ini bisa mengenai sasaran yang hanya berukuran sekitar 3 meter.

Baca juga: S-200, Sistem Pertahanan Kuno Milik Suriah Perontok Misil Tomahawk

Kemampuan jelajahnya yang amat jauh membuat kru pesawat pengebom jauh dari bahaya terkena tembakan sistem pertahanan udara. Demikian pernyataan Lockheed Martin.

Lockheed Martin menggambarkan misil ini merupakan senjata dengan daya jelajah dan presisi tinggi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan militer AS.

Menurut situs AU Amerika Serikat, misil ini menggunakan navigasi inersia dan sistem pemosisian global (GPS) untuk menemukan sasarannya.

Kemudian sistem pelacak inframerahnya bisa memastikan akurasi sasaran beberapa saat sebelum misil ini menghantam targetnya.

Misil ini digunakan sejak 2014 dan setiap unitnya berharga 1,36 juta dollar atau hampir Rp 19 miliar. Demikian menurut data dari Badan Akuntabilitas Pemerintah AS.

Misil canggih dan mahal ini digunakan untuk menghancurkan Pusat Riset dan Pengembangan Barzah di sebelah utara kota Damaskus.

Sasaran penting ini dihancurkan dengan menggunakan 57 misil penjelajah Tomahawk dan 19 misil JASSM.

Sementara Inggris melepaskan delapan misil dan Perancis mengirim 12 peluru kendali. AL Perancis juga melepaskan tiga misil dari fregatnya di Laut Tengah.

Baca juga: Biaya Serangan Pertama AS ke Suriah Setara 30 Km Jalan Tol di Indonesia


Komentar
Close Ads X