S-200, Sistem Pertahanan Kuno Milik Suriah Perontok Misil Tomahawk

Kompas.com - 14/04/2018, 16:47 WIB
Salah satu contoh sistem pertahanan udara S-200 yang dipamerkan di Museum AU Ukraina. WikipediaSalah satu contoh sistem pertahanan udara S-200 yang dipamerkan di Museum AU Ukraina.
|

KOMPAS.com - Kemenhan Rusia mengatakan, militer Suriah yang menggunakan sistem pertahanan udara S-200 sukses merontokkan 71 misil jelajah Tomahawk yang digunakan AS.

Padahal, menurut Kemenhan Rusia, sistem pertahanan S-200 yang dimiliki Suriah sudah terbilang kuno karena dibuat di masa kejayaan Uni Soviet.

Sistem pertahanan darat ke udara (SAM) S-200 ini dibuat pada dekade 1960-an untuk melindungi sebuah area luas dari serangan pesawat pengebom atau pesawat strategis lainnya.

Sistem ini biasa digunakan untuk melindungi tempat-tempat penting misalnya pusat pemerintahan, industri, dan fasilitas militer.

Baca juga : Pejabat Militer Rusia: Suriah Hancurkan 71 Rudal AS dan Sekutunya

Sistem pertahanan ini juga "tidak manja" karena bisa digunakan dalam cuaca dan iklim apapun.

Misil yang ditembakkan sistem pertahanan ini mampu mencapai jarak maksimal hingga 300 kilometer dengan kecepatan jelajah hingga empat kali kecepatan suara di ketinggian antara 300-20.000 meter dari permukaan laut.

Resimen operasional S-200 pertama beroperasi pada 1966 di 18 lokasi dengan 342 peluncur misil pada akhir tahun yang sama.

Meski terbilang kuno, sistem pertahanan ini masih sangat bisa diandalkan, tentu saja dengan perbaikan dan perawatan yang seksama.

Saat ini masih 13 negara yang menggunakan sistem pertahanan udara S-200, termasuk Suriah, Iran, serta negara-negara Asia Tengah bekas Uni Soviet.

Khusus Suriah, negeri ini sudah menggunakan sistem S-200 sejak Januari 1983 dengan membentuk dua batalion pertahanan udara yang masing-masing dilengkapi 24 peluncur rudal.

Baca juga : Suriah Sebut Aksi Militer Sekutu sebagai Serangan Barbar dan Brutal

Kini AD Suriah masih memiliki dua resimen pertahanan udara yang memiliki dua unit baterai S-200. Pada 2016, AD Suriah membangun dua lokasi pertahanan S-200 di Bandara Kweires dekat kota Allepo.

Tidak diperoleh informasi harga sistem pertahanan S-200 milik Suriah ini,  yang jelas "peralatan uzur " ini mampu merontokkan 71 misil Tomahawk milik AS yang satu unitnya dihargai 1,87 juta dolar AS atau hampir Rp 26 miliar.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria Jepang Dikabarkan Terjangkit Virus Corona Selepas Berkunjung ke Indonesia

Pria Jepang Dikabarkan Terjangkit Virus Corona Selepas Berkunjung ke Indonesia

Internasional
Presiden Korea Selatan Naikkan Status Infeksi Virus Corona di Level Tertinggi

Presiden Korea Selatan Naikkan Status Infeksi Virus Corona di Level Tertinggi

Internasional
6 Orang Meninggal karena Virus Corona, Iran Tutup Sekolah hingga Larang ke Bioskop

6 Orang Meninggal karena Virus Corona, Iran Tutup Sekolah hingga Larang ke Bioskop

Internasional
Kasus Infeksi Virus Corona di Korea Selatan dan Italia Melonjak, Begini Langkah Pemerintahnya

Kasus Infeksi Virus Corona di Korea Selatan dan Italia Melonjak, Begini Langkah Pemerintahnya

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Ayah di Suriah Ajari Anaknya Tertawa Dengar Ledakan Bom | Kisah Korban Bully Quaden Bayles

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Ayah di Suriah Ajari Anaknya Tertawa Dengar Ledakan Bom | Kisah Korban Bully Quaden Bayles

Internasional
Terinspirasi Kisah Agatha Christie, Pria Ini Bunuh Tetangganya Pakai Minuman Soda

Terinspirasi Kisah Agatha Christie, Pria Ini Bunuh Tetangganya Pakai Minuman Soda

Internasional
Australia Anjurkan Warganya Untuk Karantina Selama Dua Pekan

Australia Anjurkan Warganya Untuk Karantina Selama Dua Pekan

Internasional
Video Perawat Hamil Rawat Pasien Virus Corona Dirilis, Publik China Marah

Video Perawat Hamil Rawat Pasien Virus Corona Dirilis, Publik China Marah

Internasional
Kaget Digigit, Peselancar Ini Tinju Mata Hiu

Kaget Digigit, Peselancar Ini Tinju Mata Hiu

Internasional
2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

Internasional
Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Internasional
Kasus Virus Corona Per 23 Februari 2020, 2.400 Orang Meninggal, 76.000 Terinfeksi

Kasus Virus Corona Per 23 Februari 2020, 2.400 Orang Meninggal, 76.000 Terinfeksi

Internasional
Dalam 24 Jam, Italia Umumkan 2 Korban Meninggal dan 79 Kasus Infeksi Virus Corona

Dalam 24 Jam, Italia Umumkan 2 Korban Meninggal dan 79 Kasus Infeksi Virus Corona

Internasional
Mahathir Bakal Putuskan Sendiri Kapan Dia Akan Mundur

Mahathir Bakal Putuskan Sendiri Kapan Dia Akan Mundur

Internasional
Anak Monyet Ini Berusaha Bangunkan Sang Induk yang Mati Tersetrum

Anak Monyet Ini Berusaha Bangunkan Sang Induk yang Mati Tersetrum

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X