Kompas.com - 15/02/2018, 15:06 WIB
Taliban AFP PHOTOTaliban

KABUL, KOMPAS.com - Kelompok Taliban di Afghanistan pada Rabu (14/2/2018) menyatakan keinginan untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama 17 tahun.

Namun, mereka juga memperingatkan, pesan tersebut bukanlah indikasi kelemahan dan kelompok tersebut tetap akan bertarung melawan pasukan Amerika Serikat.

Serangan agresif AS di Afghanistan sejak Agustus lalu telah menekan Taliban keluar dari beberapa pusat distrik dan dua ibu kota provinsi.

Namun, Taliban masih menguasai sebagian besar wilayah pedesaan dan telah menanggapi serangan AS dengan dua teror mematikan di Kabul dalam beberapa pekan terakhir, menewaskan hampir 150 orang.

Baca juga : Taliban Gunakan Bayi Empat Bulan untuk Sembunyikan Bom

Serangan Taliban tersebut memperkuat pendirian AS dan pemerintah Afghanistan untuk tidak memulai pembicaraan dengan para pemberontak.

"Prioritas kami adalah memecahkan masalah Afghanistan melalui dialog yang damai," kata Taliban.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mereka menyatakan AS harus mengakhiri pendudukan di Afghanistan dan menerima hak Taliban untuk membentuk pemerintahan sesuai dengan kepercayaan rakyat.

Taliban juga menegaskan kesediaan mereka untuk menemukan solusi damai yang tidak boleh dianggap sebagai tanda kelemahan.

"Ini bukan berarti kami lelah atau kemampuan kami sudah lemah," tambahnya.

Baca juga : Taliban Pakai Ambulans sebagai Bom Bunuh Diri, 40 Orang Tewas

Juru bicara pemerintah Aghanistan menolak untuk berkomentar mengenai hal tersebut.

Sementara itu, juru bicara pimpinan militer NATO di Afghanistan Tom Gresback mengatakan, serangan Taliban terhadap warga sipil baru-baru ini menunjukkan ketidaksiapan mereka untuk memasuki perundingan damai.

"Pernyataan Taliban tidak menunjukkan kesediaan untuk terlibat dalam perundingan damai," katanya.

Sebelumnya, Taliban mengaku bertanggung jawab atas dua serangan teror mematikan Janauri lalu, seperti serangan di Hotel Intercontinental dan bom ambulans di Kabul.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.