Kompas.com - 29/01/2018, 12:43 WIB
|
EditorErvan Hardoko

KABUL, KOMPAS.com - Beberapa anggota Taliban dikabarkan menggunakan seorang bayi berusia empat bulan untuk menyembunyikan bom yang akan digunakan untuk melakukan serangan di kota Kunduz, Afghanistan.

Beruntung polisi menghentikan mereka saat akan memasuki kota itu. Alhasil, lima orang, termasuk seorang perempuan, ditangkap. Demikian harian Kabul Times.

Bahan peledak itu ditemukan di dalam selimut dan kain yang digunakan untuk membungkus bayi tersebut.

"Menggunakan anak-anak dalam konflik bersenjata adalah sebuah aksi tak berperikemanusiaan. Sebab aksi semacam ini dilarang baik oleh agama atau undang-undang negara," kata Sowita Abdulrahizai, wakil ketua Komisi HAM Indpenden Afghanistan.

Penangkapan itu terjadi usai enam orang bocah tewas dalam pertempuran di kota Ghazni, wilayah tengah Afganistan, pada Jumat (26/1/2018).

Baca juga : Taliban Pakai Ambulans sebagai Bom Bunuh Diri, 40 Orang Tewas

Namun belum jelas penyebab kenatian tiga bocah itu. Taliban menuding merek tewas akibat serangan udara Afghanistan, sementara pemerintah menuding Taliban menjadi biang kematian keenam anak itu.

Pemerintah menyebut, anak-anak itu sedang bermain di luar rumah ketika peluru mortir Taliban jatuh di dekat mereka.

Menurut laporan terbaru PBB, sebanyak 2.460 warga sipil tewas dan 5.379 lainnya terluka selama kurun waktu Januari hingga September tahun lalu.

Di periode yang sama konflik bersenjata di Afghanistan menewaskan 689 orang anak-anak dan melukai 1.791 orang lainnya.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.