Erdogan Ancam Bakal Perluas Operasi Militer di Suriah ke Kota Lain

Kompas.com - 26/01/2018, 20:32 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berpidato dalam pertemuan Partai Keadilan dan Pembangunan Turki (AKP) di Ankara, Jumat (26/1/2018). Adem Altan / AFPPresiden Turki Recep Tayyip Erdogan berpidato dalam pertemuan Partai Keadilan dan Pembangunan Turki (AKP) di Ankara, Jumat (26/1/2018).
|
EditorAgni Vidya Perdana

ANKARA, KOMPAS.com - Sepekan setelah dimulainya operasi militer Turki ke kota Afrin di Suriah, pada Jumat (26/1/2018), Presiden Recep Tayyip Erdogan mengancam akan memperluas serangan ke kota lain.

Turki memulai operasi militer yang diberi nama "Ranting Zaitun" pada Sabtu (20/1/2018) ke kota Afrin yang dikuasai pasukan milisi Unit Perlindungan Rakyat (YPG) Kurdi Suriah.

Mereka menarget pasukan milisi YPG yang mereka anggap sebagai perpanjangan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang di Turki.

"Kami akan terus melakukan perlawanan hingga tidak ada lagi teroris di perbatasan kami yang mengarah ke Irak," kata Erdogan dalam pidato di Ankara, Jumat (26/1/2018).

Baca juga: Erdogan Umumkan Serangan ke Wilayah Kurdi Suriah

Dilansir dari AFP, Erdogan berjanji akan "membersihkan" kota Manbij yang berada di timur Afrin. Kota tersebut juga berada di bawah kendali milisi YPG.

Ancaman perluasan operasi militer itu memunculkan kekhawatiran akan terjadinya konfrontasi antara pasukan negara sekutu NATO itu dengan koalisi pimpinan AS yang memiliki pasukan di Manbij.

Ketegangan antara Turki dengan AS tengah meningkat. Terakhir terkait komunikasi telepon antara kedua pemimpin negara itu yang terjadi Rabu (24/1/2018).

Pihak AS menyebut dalam komunikasinya dengan Erdogan, Presiden Donald Trump telah mendesak kepada Turki agar membatasi tindakan militernya.

Akan tetapi pejabat Turki menyebut pernyataan AS tidak secara akurat menggambarkan isi dari pembicaraan kedua pemimpin negara tersebut.

Erdogan pun mengkritik AS yang mengatakan operasi akan berlangsung "singkat" dan "terbatas" dengan membandingkannya dengan peperangan sebelumnya.

"Berapa lama perang di Afghanistan berlangsung? Hampir 20 tahun. Bagaimana juga di Irak? Hampir 18 tahun!" kata Erdogan.

Erdogan mengatakan selama operasi militer dilakukan, sebanyak 343 teroris berhasil "dinetralkan". Namun hampir tidak mungkin untuk menverifikasi jumlah korban tersebut.

Baca juga: Turki-AS Beda Versi soal Percakapan Telepon Trump-Erdogan

Sementara Organisasi Pengawasan Hak Asasi Manusia Suriah menyebut korban tewas sebanyak 58 orang dari pemberontak Suriah yang didukung Turki, serta dari YPG dan Pasukan Demokratik Suriah yang didukung AS sebanyak 53 korban tewas.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X