Hari Ini dalam Sejarah: Pasukan Sekutu Mundur dari Gallipoli

Kompas.com - 08/01/2018, 14:29 WIB
Pasukan Ottoman keluar dari parit dan menyerang posisi pasukan Australia dan Selandia baru dalam pertempuran Anzac Cove, 19 April 1915. WikipediaPasukan Ottoman keluar dari parit dan menyerang posisi pasukan Australia dan Selandia baru dalam pertempuran Anzac Cove, 19 April 1915.
|
EditorErvan Hardoko

KOMPAS.com - Pada 8 Januari 1916 merupakan hari yang akan tercatat dalam sejarah kemiliteran dunia ketika pasukan Sekutu meninggalkan pesisir Gallipoli di Turki.

Penarikan mundur ini sekaligus menandai kegagalan invasi Sekutu untuk menumbangkan Kekaisaran Ottoman dengan korban 250.000 tentara Sekutu tewas atau terluka.

Meski sukses menggagalkan invasi sekutu, tentara Kekaisaran Ottoman juga mengalami kerugian cukup besar dan nyaris sama dengan kerugian yang ditanggung Sekutu.

Pada awal 1915, pemerintah Inggris memutuskan untuk menyerang Turki agar meringankan beban Rusia di garis depan sisi timur di Pegunungan Kaukasus.

Baca juga : Hari Ini dalam Sejarah: Vietnam Tumbangkan Rezim Brutal Khmer Merah

Cara untuk membantu Rusia itu adalah dengan menguasai Selat Dardanella, Semenanjung Gallipoli, dan lalu Istanbul yang merupakan wilayah Turki.

Dari Istanbul, menurut rencana Inggris, Sekutu akan memiliki peluang menekan pasukan Austria-Hungaria dan memaksa pasukan Poros Tengah memecah kekuatan militernya di front barat.

Menteri Angkatan Laut Inggris saat itu Winston Churchill amat mendukung rencana militer ini. Dan pada Februari 1915, kapal-kapal perang Inggris dan Perancis mulai membombardir posisi Turki di Dardanella.

Namun, cuaca buruk mengganggu jalannya operasi militer dan pada 18 Maret 1915, enam kapal perang Inggris dan empat kapal Perancis bergerak menuju Dardanella.

Sementara itu, di saat pengeboman Sekutu berhenti karena cuaca buruk justru memberi keuntungan bagi Turki. Pasukan Turki memasang ratusan ranjau di perairan Selat Dardanella yang menenggelamkan tiga kapal Sekutu dan mengakibatkan tiga lainnya rusak berat.

Akhirnya, Sekutu membatalkan serangan laut dan sebuah invasi ke darat secara besar-besaran direncanakan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X