Hari Ini dalam Sejarah: Amerika Serikat Menginvasi Grenada

Kompas.com - 25/10/2017, 16:56 WIB
Sebuah helikopter Sikorsky CH-53D Sea Stallion milik Korps Marinir AS mendarat di Grenada sebagai bagian dari pasukan invasi ke negeri kecil Karibia tersebut. WikipediaSebuah helikopter Sikorsky CH-53D Sea Stallion milik Korps Marinir AS mendarat di Grenada sebagai bagian dari pasukan invasi ke negeri kecil Karibia tersebut.
|
EditorErvan Hardoko

KOMPAS.com - Mungkin banyak orang belum pernah mendengar nama negeri kepulauan kecil Grenada yang terletak di Karibia.

Grenada hanya memiliki luas 344 kilometer persegi dengan penduduk tak mencapai 120.000 jiwa, jadi cukup sulit dicari di peta dunia.

Namun pada 25 Oktober 1983, Grenada mendadak terkenal setelah Amerika Serikat menginvasi negeri mungil itu.

Tentu saja kekuatan militer Grenada bukan tandingan Amerika Serikat yang hanya dalam hitungan pekan bisa menguasai seluruh negeri itu.

Baca juga : Hari Ini dalam Sejarah: Pemberontak Chechnya Duduki Teater di Moskwa

Apa alasan AS yang saat itu dipimpin Ronald Reagan harus menginvasi negeri kepulauan mungil itu?

Sebenarnya Amerika Serikat sudah memantau Grenada sejak 1979 ketika kelompok kiri pimpinan Maurice Bishop merebut kekuasaan dan mulai menjalin hubungan dekat dengan Kuba.

Pada 1983, pemimpin lain beraliran Marxis Bernard Coard membunuh Bishop dan mengambil alih pemerintahan Grenada.

Dengan alasan kondisi Grenada membahayakan sekitar 1.000-an warga AS di negeri itu, Presiden Reagan memerintahkan 2.000 personel militernya menginvasi pulau tersebut.

Pasukan AS langsung mendapatkan perlawanan sengit dari angkatan bersenjata Grenada dan sekelompok teknisi militer Kuba yang berada di negeri itu untuk membangun bandara baru.

Awalnya pasukan AS menghadapi kesulitan karena minimnya informasi intelijen dan buruknya peta yang digunakan.

Peta yang digunakan militer AS saat itu ternyata hanyalah sebuah peta wisata tua yang tidak menggambarkan situasi terbaru Grenada.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Internasional
Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Internasional
Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Internasional
Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Internasional
Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Internasional
Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Internasional
Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Internasional
Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

Internasional
Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X