Kompas.com - 13/12/2017, 08:19 WIB
|
EditorVeronika Yasinta


PENTAGON, KOMPAS.com - Pejabat militer Amerika Serikat mengklaim koalisi militer pimpinannya di Afganistan telah menghancurkan 25 pabrik pengolahan obat-obatan terlarang di provinsi Helmand, Afganistan.

Dilansir dari VOA, Selasa (12/12/2017), penghancuran pabrik itu melenyapkan narkotika senilai 80 juta dolar AS atau Rp 1 triliun, pada tiga pekan pertama, melalui serangan udara yang bertujuan untuk menghilangkan potensi pendapatan kelompok Taliban.

Brigadir Jenderal Angkatan Darat AS, Lance Bunch mengatakan kepada wartawan melalui telekonferensi, sekitar 16 juta dolar AS atau Rp 217 miliar dari 80 juta dolar AS yang dilenyapkan, merupakan pendapatan langsung bos mitra Taliban.

"Ini adalah perang baru," kata Bunch.

Baca juga : Taliban Serang Pos Keamanan Afganistan, 22 Polisi Tewas

Dia juga memuji otoritas baru yang diberikan oleh pemerintahan Trump sehingga memungkinkan koalisi militer pimpinan AS untuk menyerang struktur dukungan terhadap Taliban, seperti gudang senjata hingga ke pendapatan uang.

Sebelum perubahan kebijakan oleh Trump, militer AS hanya diizinkan melakukan srangan udara untuk membela pasukan keamanan nasional Afganistan yang berada di dekat garis pejuang Taliban.

"Ini jelas membalikan keadaaan, dan Taliban benar-benar merasakannya," ujar Bench kepada wartawan di Pentagon.

Baca juga : Taliban Bantah Menyerang Kanal Televisi Afganistan

Data dari militer AS menunjukkan Taliban telah menghasilkan pendapatan sekitar 300 juta dolar AS hingga 500 juta dolar AS atau Rp 4 triliun hingga Rp 6,7 triliun.

Sebagian dari itu, sekitar 200 juta dolar AS atau Rp 2,7 triliun berasal dari perdagangan narkotika di Afganistan.

Saat ini, AS, Afganistan, dan sekutu internasional sedang berupaya untuk melumpuhkan kemampuan Taliban untuk mendanai operasi mereka, termasuk merekrut pejuang dan membeli senjata.

Baca juga : Serangan Taliban ke Sekolah Pakistan Tewaskan 9 Orang

Penghancuran pabrik itu diklaim akan melemahkan kemampuan Taliban dalam beberapa bulan mendatang.

"Serangan ini baru saja dimulai, dan ini akan menjadi musim dingin yang panjang bagi Taliban," kata Bunch.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber VOA News
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.