Kasus Dugaan Infeksi Virus Corona di Zimbabwe Negatif, WHO Tetap Peringati Negara-negara di Afrika

Kompas.com - 23/02/2020, 15:55 WIB
Sekretaris Jenderal Badan Kesehatan Dunia (WHO) Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers di Jenewa pada 30 Januari 2020. Tedros mengumumkan status darurat dunia atas virus corona yang hingga saat ini, sudah membunuh 212 orang di China. AFP/FABRICE COFFRINISekretaris Jenderal Badan Kesehatan Dunia (WHO) Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers di Jenewa pada 30 Januari 2020. Tedros mengumumkan status darurat dunia atas virus corona yang hingga saat ini, sudah membunuh 212 orang di China.

HARARE, KOMPAS.com - Wanita usia 27 tahun yang telah kembali dari China ke Zimbabwe dan dikarantina sejak Selasa kemarin dinyatakan negatif dari infeksi virus corona.

Dilansir dari Africa News, Direktur Layanan Kesehatan Harare, Prosper Chonzi mengatakan bahwa wanita itu adalah guru di Wuhan, pusat penyebaran virus corona, namun ketika virus itu meruak, dia sedang berada di Guangzhou.

Namun, dia merasa ada gejala yang dianggap menyerupai infeksi virus corona. Dia kemudian diperiksa secara medis di China dan mendapatkan sertifikat bahwa dia negatif dari infeksi tersebut. 

Meski begitu, pemerintah Zimbabwe tetap mengisolasi wanita tersebut sebagai bentuk pencegahan.

Selama berada di karantina rumah sakit Wilkins di Harare, petugas medis memeriksa temperaturnya secara berkala dan memantau perkembangannya. Uji klinis kemudian berakhir di Klinik Pusat Sally Mugabe dengan hasil negatif.

Dr. Obadiah Moyo, Menteri Kesehatan dan Perlindungan Anak mengatakan, "Para ilmuwan kami telah mengatur uji kesehatan wanita terduga sakit virus corona dan hasilnya adalah negatif seperti yang otoritas China konfirmasikan."

Baca juga: Presiden Korea Selatan Naikkan Status Infeksi Virus Corona di Level Tertinggi

Dia menjelaskan bahwa tindakannya memonitor perkembangan kesehatan wanita itu selama 21 hari periode inkubasi merupakan protokol untuk melindungi warga negara Zimbabwe.

Penyebaran penyakit virus corona mendesak WHO untuk memperingatkan sistem kesehatan warga negara Afrika yang belum siap dalam menghadapi Covid-19.

Virus yang pertama kali meruak di Wuhan, provinsi Hubei, China pada penghujung 2019 ini telah mencapai lebih dari 76 ribu kasus dengan angka kasus terbesar di Daratan Utama China.

WHO Coba Peringati Negara-negara Afrika

Pihak WHO menegaskan bahwa meski pemerintah China telah memiliki sistem kesehatan yang kuat untuk mendeteksi dan mengontrol virus corona, dia mengkhawatirkan masuknya virus tersebut ke negara lain dengan sistem kesehatan yang lemah seperti negara-negara di Afrika.

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X