Strategi China Atasi Virus Corona Dianggap Tepat oleh WHO

Kompas.com - 19/02/2020, 15:45 WIB
Presiden China Xi Jinping diukur suhu tubuhnya saat berkunjung ke Rumah Sakit Ditan yang berlokasi di Beijing, untuk menjenguk pasien virus corona pada 10 Februari 2020. REUTERS/Xinhua/Xie Huanchi/Latin America News AgencyPresiden China Xi Jinping diukur suhu tubuhnya saat berkunjung ke Rumah Sakit Ditan yang berlokasi di Beijing, untuk menjenguk pasien virus corona pada 10 Februari 2020.

BEIJING, KOMPAS.com - Direktur Eksekutif WHO, Michael Ryan mengungkapkan bahwa pemerintah China dianggap telah melakukan tindakan tepat atasi virus corona

Pemerintah China seperti dilansir dari Straits News, telah meminta warganya untuk kembali ke Beijing dan mengarantina diri mereka sendiri selama 14 hari. Mereka juga menutup kota Wuhan, Provinsi Hubei sebagai tempat pertama penyebaran virus corona.

"Terdapat banyak pertaruhan yang teramat sangat di sini, di terminologi kesehatan publik dan di terminologi yang tak hanya mengkhususkan kesehatan publik China tapi juga seluruh dunia." Papar Ryan.

Baca juga: WHO Puji Singapura Terkait Penanganan Virus Corona

Dia juga mengungkapkan bahwa menemukan keseimbangan antara menghormati kebebasan individu dan hak asasi manusia individual sangatlah sulit.

"Tapi strategi yang dilakukan China memang tepat. Juga strategi yang dilakukan Singapura. Kita melihat beberapa negara belakangan tepat dalam menangani kasus, rencananya tertata dalam mendeteksi virus, batasi ini, hentikan ini, dan lama-lama (taktik itu) akan menyebar."

Pihak WHO mengharapkan adanya bukti kesehatan publik tiap negara pada beberapa hari mendatang. 

Sejauh ini sebanyak lebih dari 75 ribu kasus orang terinfeksi virus corona dan sebanyak 2.010 angka kematian. Dikabarkan juga dari South China Morning Post, sebanyak 14.451 korban virus corona telah sembuh. 

Baca juga: Korea Selatan Konfirmasi Lonjakan Kasus Korban Infeksi Virus Corona Sebanyak 50 Persen

Pemerintah China mengindikasikan adanya penurunan angka infeksi virus corona baru membuktikan efektivitas langkah-langkah agresif seperti pembatasan wisata dan perdagangan. 

Langkah-langkah itu kemudian dianggap telah mampu memperlambat penyebaran virus khususnya di Provinsi Hubei, dan ibukotanya, Wuhan.

Direktur Jenderal WHO, Michael Ryan mengatakan bahwa China telah sukses menangani kasus virus corona di Hubei dan memastikan bahwa orang-orang yang kembali dari Beijing selepas Tahun Baru Imlek masih dalam pantauan.

Baca juga: Sempat Dibantah, Direktur Rumah Sakit di Wuhan Meninggal karena Virus Corona

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X