Kompas.com - 17/02/2020, 13:40 WIB

Hingga pertengahan Februari, Mesir, Aljazair, Mauritius, Maroko, dan Seychelles telah mengevakuasi warga mereka dari Provinsi Hubei.

Negara-negara lain, seperti Ghana dan Kenya, dilaporkan masih mempertimbangkan apakah akan mengevakuasi warga mereka.

Baca juga: Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

"Kami merasa ditelantarkan"

Sejumlah negara telah mengirim bantuan keuangan untuk warga mereka.

Menurut ketua persatuan pelajar Pantai Gading di Wuhan, sebanyak 77 warga Pantai Gading mendapat 490 dollar AS (Rp 6,7 juta) setelah berdiskusi selama beberapa pekan dengan pemerintah negara mereka.

Ghana dilaporkan juga mengirim bantuan keuangan kepada warga mereka.

Kendati begitu, banyak yang semakin frustrasi oleh sikap pemerintah negara mereka.

"Tinggal di sini tidak menjamin keselamatan kami. Kami hanya berada di negara dengan fasilitas kesehatan yang lebih baik," kata Salima.

Baca juga: Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

"Kami merasa ditelantarkan. China jelas marah oleh Amerika yang menarik warga mereka karena merasa tindakan itu menyebabkan kepanikan. Ada banyak ketidakpercayaan terhadap aparat di sini," kata seorang mahasiswa yang tidak mau identitasnya diungkap.

Beberapa pihak menyerukan agar negara-negara Afrika bersatu padu dalam menyusun strategi dalam membantu warga mereka di China.

"Keputusan mengevakuasi bukan soal 'solidaritas' atau kurang solidaritas dengan China. Ini adalah tanggung jawab setiap negara untuk mengurus kesehatan warga mereka di manapun berada, termasuk di China," tegas Hannah Ryder dari lembaga konsultan pembangunan internasional di Beijing.

Kembali ke Senoua, mahasiswa Kamerun itu tidak berencana pulang ke negaranya.

"Ide itu buruk dan berbahaya. Ketakutan terbesar saya soal virus ini adalah psikologis dan emosional. Kembali ke rumah saat ini bukanlah pilihan."

Baca juga: Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.