Kompas.com - 17/02/2020, 09:04 WIB

Misalnya, dia pernah mendapat prioritas mengantre pada 33 kios yang ada di pasar Pek Kio dan Pusat Makanan pada Jumat kemarin karena dia seorang perawat.

Kampanye itu akan terus diperpanjang sampai 31 Maret. Menurut Nurul, perlakuan semacam itu membuat hatinya tersentuh karena merasa pengorbanannya diapresiasi. "Bahkan ucapan terima kasih saja sudah lebih dari cukup," paparnya.

Baca juga: Terpisah karena Virus Corona, Suami Ini Kirimkan Pesan Penuh Cinta ke Istrinya yang Perawat

Kinerja Tenaga Medis Sangat Sibuk Selama Wabah Virus Corona

Pekerjaan tenaga medis sangat sibuk beberapa bulan belakangan ini. Nurul mengungkapkan, "Aku telah melewati peristiwa senang dan sedih selama beberapa pekan terakhir. Ada banyak perubahan petunjuk dan protokol setiap hari." 

"Semuanya nyaris kewalahan," tambah Nurul. Perawat muda ini ternyata dibesarkan oleh kedua orangtua yang juga perawat.

Ayah Nurul, Abdul Wahab Hassan (54) dan ibu Siti Zuraidah Khamis (49) keduanya telah menjadi perawat selama kurun 33 tahun untuk sang ayah dan 27 tahun sang ibu.

"Ketika Nurul ingin menjadi perawat, saya mendukungnya," ungkap Siti Zuraidah yang berprofesi sebagai kepala asisten perawat.

Baca juga: Kisah di Tengah Virus Corona, Terinfeksi hingga Disebut Momen Chernobyl

Pak Wahab, kepala perawat juga menambahkan, "Kami mengerti seberapa stresnya pekerjaan ini. Banyak orang memandang rendah kami karena pekerjaan kami dinilai kotor."

Pekerjaan sebagai perawat menurut Wahab membutuhkan gertakan dan penentuan. "Karena yang membuat kami bertahan selama 30 tahun sebagai perawat adalah keyakinan."

"Sudah merupakan tanggung jawab kami untuk merawat dan membuat pasien menjadi lebih baik. ketika kamu mengerjakan tugasmu dengan baik, orang-orang akan mengingatmu." tambahnya.

Wahab juga menceritakan bahwa dia punya beberapa pasien yang sering mengunjunginya dan dia merasa sangat bahagia.

Baca juga: Perawat yang Tangani Pasien Virus Corona Jadi Gundul, Ini Alasannya...

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Sumber asiaone
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.