Perawat, Orangtua, dan Saudaranya Meninggal di Wuhan akibat Virus Corona

Kompas.com - 19/02/2020, 12:19 WIB
Gambar yang dirilis kantor berita Xinhua menunjukkan seorang pekerja medis mengecek infus pasien di Ruang Perawatan Intensif (ICU) Rumah Sakit Zhongnan di Universitas Wuhan, pada 24 Januari 2020. Virus corona yang merebak sejak akhir 2019 dilaporkan telah membunuh 213 orang, dengan hampir 10.000 orang terinfeksi. EPA-EFE / XIONG QI / XINHUAGambar yang dirilis kantor berita Xinhua menunjukkan seorang pekerja medis mengecek infus pasien di Ruang Perawatan Intensif (ICU) Rumah Sakit Zhongnan di Universitas Wuhan, pada 24 Januari 2020. Virus corona yang merebak sejak akhir 2019 dilaporkan telah membunuh 213 orang, dengan hampir 10.000 orang terinfeksi.

WUHAN, KOMPAS.com - Seorang perawat, orangtua, dan dan saudaranya dilaporkan menjadi korban meninggal virus corona di Wuhan, demikian laporan media pemerintah.

Liu Fan adalah wakil kepala perawat di Rumah Sakit Wuchang, di mana dia bertugas di bagian ruang injeksi hingga 2 Februari lalu.

Pada 7 Februari, dia positif terinfeksi virus corona setelh sebelumnya mengeluh tak enak badan mengalami demam, ujar pemerintah Wuhan dalam unggahan di Toutiao.

Baca juga: Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess yang Negatif Virus Corona Keluar

Dilansir Global Times Rabu (19/2/2020), dia segera dilarikan ke rumah sakit pada hari itu juga, di mana kondisinya memburuk karena penyakit lain seperti pneumonia.

Pemerintah menyatakan, perawat berusia 59 tahun itu meninggal pada 14 Februari, setelah tim medis mencoba berbagai cara untuk menyelamatkannya.

Sebelum kematian Liu, orangtua dan saudaranya lebih dahulu meninggal karena tertular virus yang berasal dari Pasar Seafood Huanan itu.

Sementara suami dan putrinya disebut tengah menjalani karantina. Namun hingga saat ini, mereka masih belum menunjukkan gejala infeksi.

Kematian Liu Fan terjadi setelah Liu Zhimming, direktur rumah sakit lebih dahulu dinyatakan meninggal karena terinfeksi virus dengan nama resmi Covid-19 itu.

Dia dilaporkan meninggal pada Selasa pagi waktu setempat (18/2/2020), setelah otoritas sempat menyebutkan dia masih menjalani perawatan medis.

Jumlah korban meninggal akibat virus corona di seantero China per 19 Februari saat ini sudah melebihi 2.000 orang, dan menginfeksi lebih dari 75.000 lainnya.

Beijing menyebut bahwa terjadi penurunan baik dalam jumlah kematian maupun infeksi, dan menyebut bahwa mereka sudah mulai bisa menanganinya.

Namun, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menuturkan sebaiknya jangan sampai lengah, mengingat mereka tak bisa memprediksi kapan tren penurunan ini berlanjut.

Baca juga: Update Terbaru Virus Corona: 2.009 Meninggal, 14.448 Dilaporkan Sembuh

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X