Tantangan Dokter yang Rawat Pasien Virus Corona: Kelelahan hingga Pakai Popok

Kompas.com - 12/02/2020, 16:16 WIB
Seorang staf medis merawat seorang pasien dengan pneumonia yang disebabkan oleh virus corona baru di Rumah Sakit Zhongnan Universitas Wuhan, di Wuhan, provinsi Hubei, China, Rabu (22/1/2020). Foto diambil tanggal 22 Januari 2020. ANTARA FOTO/cnsphoto via REUTERS/foc/cfoSeorang staf medis merawat seorang pasien dengan pneumonia yang disebabkan oleh virus corona baru di Rumah Sakit Zhongnan Universitas Wuhan, di Wuhan, provinsi Hubei, China, Rabu (22/1/2020). Foto diambil tanggal 22 Januari 2020.

BEIJING, KOMPAS.com - Dokter di garda terdepan dalam merawat pasien virus corona mendapatkan tantangan yang sangat serius: kelelahan hingga ancaman penularan,

Kecapekan dan kekurangan staf, para pekerja medis harus berhadapan dengan ribuan kasus baru per pekan di Wuhan, kota asal penyebaran virus.

Kebanyakan dokter memeriksa pasien tanpa peralatan layak, atau terpaksa terus memakai perlengkapan yang sama di saat mereka harus menggantinya.

Baca juga: Cerita Dokter di Wuhan, Kota Pusat Virus Corona: Disiksa hingga 2 Minggu Tak Pulang

Bahkan, di antara mereka ada yang mengenakan popok untuk menghindari terbuangnya banyak waktu akibat harus melepaskan pakaian pelindung saat ke toilet.

Salah satu dokter di klinik umum Wuhan mengungkapkan, dia dan 16 koleganya sudah menunjukkan gejala virus dengan nama resmi Covid-19 itu.

Di antara gejala yang ditimbulkan karena virus corona antara lain adalah adanya infeksi paru-paru, serta batuk terus menerus.

"Sebagai dokter, tentunya kami tidak ingin bekerja sementara kamilah sumber virus itu," kata dokter yang tidak ingin identitasnya diketahui itu dilansir AFP Rabu (12/2/2020).

Namun, dia mengatakan bahwa saat ini, tidak ada yang bisa menggantikan mereka. Tim medis yang tidak mengalami demam diminta untuk terus bekerja.

Baca juga: Hibur Pasien Virus Corona Covid-19, Staf Rumah Sakit di Wuhan Ajak Menari

Lebih dari 1.100 orang meninggal dan 42.600 lainnya terinfeksi, dengan sebagian besar kasus terjadi di Wuhan maupun kota lain di wilayah Provinsi Hubei.

Risiko tim medis bisa terpapar muncul dari Li Wenliang, dokter yang terinfeksi ketika tengah merawat pasien, di mana sebelumnya dia sempat memperingatkan akan adanya potensi wabah.

Namun, peringatannya tersebut berbuah "kunjungan" dari polisi, di mana dia sempat diancam bakal diproses hukum karena dianggap menyebarkan kabar bohong.

Halaman:
Baca tentang
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keturunan WNI Tanpa Identitas di Malaysia, Bertemu Ibu Kandung Setelah 15 Tahun

Keturunan WNI Tanpa Identitas di Malaysia, Bertemu Ibu Kandung Setelah 15 Tahun

Internasional
Mahathir Mohamad Merasa Belum Waktunya Mundur

Mahathir Mohamad Merasa Belum Waktunya Mundur

Internasional
Korban Meninggal karena Virus Corona di Iran Bertambah Empat, Total Ada 19

Korban Meninggal karena Virus Corona di Iran Bertambah Empat, Total Ada 19

Internasional
Mahathir Mohamad Ingin Bentuk Pemerintahan yang Pro pada Kepentingan Nasional

Mahathir Mohamad Ingin Bentuk Pemerintahan yang Pro pada Kepentingan Nasional

Internasional
Virus Corona, Perancis Umumkan Kematian Pertama dari Warga Negaranya

Virus Corona, Perancis Umumkan Kematian Pertama dari Warga Negaranya

Internasional
Pertama Kalinya, Liga Sepak Bola Putri Arab Saudi Diluncurkan

Pertama Kalinya, Liga Sepak Bola Putri Arab Saudi Diluncurkan

Internasional
Cerita Warga Codogno, Kota Berjuluk 'Wuhannya Italia', di Tengah Wabah Virus Corona

Cerita Warga Codogno, Kota Berjuluk "Wuhannya Italia", di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
Kerusuhan New Delhi Kian Mencekam, Total 20 Orang Tewas

Kerusuhan New Delhi Kian Mencekam, Total 20 Orang Tewas

Internasional
Wabah Virus Corona, Ritual Rabu Abu di Filipina Berubah

Wabah Virus Corona, Ritual Rabu Abu di Filipina Berubah

Internasional
Tentara AS yang Bertugas di Korea Selatan Terinfeksi Virus Corona

Tentara AS yang Bertugas di Korea Selatan Terinfeksi Virus Corona

Internasional
Telanjang Dada di Depan Anak Tiri, Wanita Ini Dibawa ke Pengadilan

Telanjang Dada di Depan Anak Tiri, Wanita Ini Dibawa ke Pengadilan

Internasional
Publik AS Diminta untuk Bersiap Menghadapi Virus Corona

Publik AS Diminta untuk Bersiap Menghadapi Virus Corona

Internasional
52 Orang Meninggal, China Catatkan Angka Kematian Virus Corona Terendah dalam 3 Pekan Terakhir

52 Orang Meninggal, China Catatkan Angka Kematian Virus Corona Terendah dalam 3 Pekan Terakhir

Internasional
Kasus Virus Corona Terjadi di Hotel Spanyol dan Austria, Tamu: Liburan Terasa Seperti di Neraka

Kasus Virus Corona Terjadi di Hotel Spanyol dan Austria, Tamu: Liburan Terasa Seperti di Neraka

Internasional
Virus Corona Infeksi Lebih dari 1.100 Orang di Korea Selatan

Virus Corona Infeksi Lebih dari 1.100 Orang di Korea Selatan

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X