Kompas.com - 29/11/2019, 09:08 WIB

Pemerintah Afghanistan sudah lama meminta gencatan senjata. Namun permintaan itu ditolak hingga Afghanistan mencapai kesepakatan dengan Washington.

Presiden 73 tahun itu juga menyatakan, dia berencana untuk mengurangi jumlah pasukan AS yang bermarkas di sana.

Saat ini, terdapat 13.000 tentara yang menghuni Pangkalan Bagram, dengan Trump berencana untuk menguranginya hingga 8.600 personel.

Tapi, dia tak menyebut kapan pengurangan itu bakal terjadi. "Kami akan bertahan hingga mencapai kesepakatan atau menang," tegasnya.

Baca juga: Tukar Tawanan, Taliban Bebaskan 2 Profesor Asal AS dan Australia

Apa Lagi yang Dilakukan Trump di Afghanistan?

Presiden sampai di Bagram pukul 20.30 waktu setempat, dan bertolak kembali ke AS sebelum tengah malam dalam kunjungan yang tak diumumkan itu.

Gedung Putih mengonfirmasi bahwa akun Twitter Trump tetap mengunggah sejumlah kicauan untuk menghilangkan kecurigaan.

Saat di Kabul, Trump yang datang bersama sejumlah pejabat Gedung Putih ditemui Chairman Kepala Syaf Gabungan Jenderal Mark Milley.

Presiden ke-45 AS itu kemudian menghidangkan kalkun bagi pasukan AS, duduk menikmati santap malam, dan berfoto bersama mereka.

"Tak ada tempat di mana saya bisa menikmati Thanksgiving bersama prajurit terkuat, terbaik, dan pemberani di muka Bumi ini," puji Trump.

Dalam agenda yang lain, Ghani mengucapkan terima kasih kepada jasa militer AS, dengan mengumumkan tentara Afghanistan kini memimpin pengamanan.

Hanya dalam kicauannya di Twitter, Ghani sama sekali tidak mengomentari pernyataan Trump terkait negosiasi dengan Taliban.

"Kedua pihak menekankan jika Taliban memang menginginkan perdamaian, maka mereka harus menerima gencatan senjata," ujarnya.

Belum ada komentar dari Taliban, dengan banyak kalangan jika kelompok itu bersedia berunding, atau mampu dipercaya.

Baca juga: Korban Tewas Ledakan di Masjid Afghanistan Jadi 62 Orang, Taliban Bantah Terlibat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.