Polisi Hong Kong: Demonstran Pakai Bom Rakitan Jarak Jauh untuk Lukai Petugas

Kompas.com - 14/10/2019, 18:40 WIB
Polisi berjaga-jaga setelah membongkar barikade yang dibangun pengunjuk rasa di sebuah jalan di distrik Mongkok, Hong Kong, Minggu (13/10/2019). AFP / DALE DE LA REYPolisi berjaga-jaga setelah membongkar barikade yang dibangun pengunjuk rasa di sebuah jalan di distrik Mongkok, Hong Kong, Minggu (13/10/2019).

HONG KONG, KOMPAS.com - Situasi kekerasan dalam aksi demonstrasi di Hong Kong belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda.

Sebaliknya, aksi kekerasan dalam demonstrasi semakin meningkat, dengan polisi Hong Kong menyebut pengunjuk rasa untuk pertama kalinya menggunakan bom rakitan.

Disampaikan pihak kepolisian Hong Kong dalam konferensi pers, Senin (14/10/2019), polisi mengklaim bahwa sebuah bom rakitan yang dikendalikan dari jarak jauh telah digunakan demonstran dalam aksi protes, Minggu (13/10/2019).

Penggunaan bom rakitan itu disebut dimaksudkan untuk melukai petugas, menurut Wakil Komisaris Polisi Hong Kong Tang Ping-keung.

Baca juga: Demonstrasi Tak Kunjung Usai, Lebih dari 40 Persen Warga Hong Kong Ingin Pindah

"Perangkat yang diledakkan itu ditemukan dekat dengan kendaraan polisi di Mong Kok, Kowloon," ujar Tang dalam konferensi pers.

"Untuk pertama kalinya selama kerusuhan sosial ini, kami menyita sebuah bom rakitan."

"Sekitar pukul 20.00 malam kemarin, salah satu kendaraan kami sedang melewati Nathan Road di Mong Kok, ketika beberapa bahan peledak meletus, hanya berjarak dua hingga tiga meter dari mobil," tambahnya.

"Kami meyakini, penggunaan bahan peledak itu dimaksudkan untuk menyerang petugas kami."

"Kami mengecam keras pembuatan bahan peledak, dan itu adalah tindakan yang sangat berbahaya yang dapat menyebabkan banyak korban," ujar wakil komisaris polisi.

Baca juga: Langgar Undang-Undang Anti-Topeng, 77 Orang Ditangkap Polisi Hong Kong

Selain dari penggunaan bom rakitan, para demonstran juga menggunakan bom molotov.

Sekitar 20 bom bensin itu telah dilemparkan ke kantor polisi di Mong Koko, akhir pekan lalu, dengan para pengunjuk rasa juga membakar kendaraan polisi di Sha Tin.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Internasional
Sidang Pemakzulan Trump di Senat AS Dibuka dengan Perdebatan Sengit

Sidang Pemakzulan Trump di Senat AS Dibuka dengan Perdebatan Sengit

Internasional
Gadis di Gresik Tulis Surat kepada PM Australia, Minta Hentikan Ekspor Sampah Plastik

Gadis di Gresik Tulis Surat kepada PM Australia, Minta Hentikan Ekspor Sampah Plastik

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump | Astronot NASA Dikecam Pendukung Bumi Datar

[POPULER INTERNASIONAL] Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump | Astronot NASA Dikecam Pendukung Bumi Datar

Internasional
Trump Sebut Pemakzulan Dirinya Hoaks dan Memalukan

Trump Sebut Pemakzulan Dirinya Hoaks dan Memalukan

Internasional
Jelang Tahun Baru Imlek, 4 Orang di China Meninggal akibat Virus Corona

Jelang Tahun Baru Imlek, 4 Orang di China Meninggal akibat Virus Corona

Internasional
Popularitas Anjlok, Mahathir Sindir Rakyat yang Kembali Dukung Najib Razak

Popularitas Anjlok, Mahathir Sindir Rakyat yang Kembali Dukung Najib Razak

Internasional
Berjuluk 'Profesor', Pemimpin Baru ISIS Ini Dihargai Rp 68 Miliar

Berjuluk "Profesor", Pemimpin Baru ISIS Ini Dihargai Rp 68 Miliar

Internasional
Seorang Politisi Iran Tawarkan Rp 40 Miliar bagi yang Bisa Bunuh Trump

Seorang Politisi Iran Tawarkan Rp 40 Miliar bagi yang Bisa Bunuh Trump

Internasional
Pangeran Harry Susul Meghan Markle dan Anaknya ke Kanada

Pangeran Harry Susul Meghan Markle dan Anaknya ke Kanada

Internasional
Foto Bumi dari Luar Angkasa, Astronot NASA Ini Dikecam Penganut Teori Bumi Datar

Foto Bumi dari Luar Angkasa, Astronot NASA Ini Dikecam Penganut Teori Bumi Datar

Internasional
Iran Benarkan 2 Rudal Hantam Pesawat Ukraina

Iran Benarkan 2 Rudal Hantam Pesawat Ukraina

Internasional
Jelang Sidang Pemakzulan, Mayoritas Rakyat AS Dukung Trump Dilengserkan

Jelang Sidang Pemakzulan, Mayoritas Rakyat AS Dukung Trump Dilengserkan

Internasional
Ditekan AS, Korea Selatan Kirim Kapal Perang dan Tentara ke Selat Hormuz

Ditekan AS, Korea Selatan Kirim Kapal Perang dan Tentara ke Selat Hormuz

Internasional
Tim Pengacara Minta Trump Dibebaskan dari Tuduhan Pemakzulan di Senat AS

Tim Pengacara Minta Trump Dibebaskan dari Tuduhan Pemakzulan di Senat AS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X