Demonstran Anti-Pemerintah Pukul Seorang Pekerja Kantor China di Hong Kong

Kompas.com - 07/10/2019, 12:17 WIB
Sebuah taksi menjadi sasaran kekerasan massa pengunjuk rasa setelah supirnya kehilangan kendali dan menabrak trotoar di Hong Kong, Minggu (6/10/2019). AFP / ANTHONY WALLACESebuah taksi menjadi sasaran kekerasan massa pengunjuk rasa setelah supirnya kehilangan kendali dan menabrak trotoar di Hong Kong, Minggu (6/10/2019).

HONG KONG, KOMPAS.com - Insiden pemukulan terhadap seorang pekerja kantor China di Hong Kong oleh demonstran anti-pemerintah memicu kemarahan di China daratan.

Kejadian yang terekam kamera wartawan dan juga para pengunjuk rasa itu menunjukkan seorang pria berkemeja putih yang dipukul berulang kali oleh seorang pengunjuk rasa saat ada di luar pintu masuk gedung kantor.

Insiden itu terjadi saat aksi unjuk rasa di distrik komersial Hong Kong, pada Jumat (4/10/2019) pekan lalu. Video rekaman kejadian itu telah tersebar di dunia maya.

Dilaporkan Bloomberg News, pria yang menjadi korban pemukulan diketahui bekerja untuk bank Amerika, yang mengatakan pihaknya meningkatkan keamanan di luar kantor dalam sebuah memo internal kepada para staf.

Baca juga: Di Demonstrasi Hong Kong, Inilah Sosok Malaikat Pelindung Demonstran dan Polisi

Tidak jelas awal mula terjadinya perselisihan antara pekerja China itu dengan demonstran Hong Kong hingga akhirnya terjadi pemukulan.

Di awal rekaman menampilkan seorang pekerja China yang berbicara dalam bahasa Mandarin dengan dikelilingi orang-orang yang merekam dan memfoto dirinya.

Dari kerumunan massa di dekatnya terdengar teriakan "Kembalilah ke daratan" atau "Pulanglah", yang ditujukan kepada pekerja pria tersebut.

Pria itu kemudian berjalan menuju gedung kantornya dan di depan gedung dia berbalik dan meneriakkan, "Kita semua orang China".

Sesaat kemudian, dari arah kerumunan massa seorang pria yang mengenakan penutup wajah mulai memukulinya beberapa kali hingga kacamatanya terlepas.

Rekaman video itu menjadi viral di media sosial Weibo di China, meski biasanya berita soal Hong Kong disensor dengan sangat ketat.

Baca juga: Remaja Demonstran Hong Kong yang Ditembak Polisi Terancam Hukuman 12 Tahun Penjara

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X