Di Demonstrasi Hong Kong, Inilah Sosok "Malaikat Pelindung" Demonstran dan Polisi

Kompas.com - 05/10/2019, 18:23 WIB
Gambar yang dirilis pada 7 September 2019 menunjukkan pria bernama Kakek Wong (85) mengangkat tongkatnya. Dia merupakan anggota dari relawan bernama Protect the Children yang berdiri di antara demonstran dan polisi Hong Kong, dengan harapan bisa meredakan ketegangan. AFP/VIVEK PRAKASHGambar yang dirilis pada 7 September 2019 menunjukkan pria bernama Kakek Wong (85) mengangkat tongkatnya. Dia merupakan anggota dari relawan bernama Protect the Children yang berdiri di antara demonstran dan polisi Hong Kong, dengan harapan bisa meredakan ketegangan.

HONG KONG, KOMPAS.com - Mereka mengenakan rompi kuning cerah, usia mereka juga begitu senja. Namun mereka dengan sigap bergerak ketika bentrokan dalam demonstrasi Hong Kong terjadi.

Seperti misalnya dalam kerusuhan di sebuah mal Minggu (29/9/2019). Saat itu, sekelompok demonstran berlindung dari polisi dengan berdiri di belakang warga lansia itu.

Dalam rompinya, tercetak tulisan "Protect the Children". Sebuah kelompok yang lahir sebagai respons atas semakin brutalnya polisi dalam menangani demonstran dalam demonstrasi Hong Kong.

Baca juga: Bocah 14 Tahun Ditembak di Kaki dalam Demonstrasi Hong Kong

"Mengapa kalian terus menangapi orang-orang? Mereka generasi muda Hong Kong. Mereka mencintai demokrasi," teriak Paman Wong yang berusia 82 tahun.

Dengan gagah seperti dilansir SCMP Sabtu (5/10/2019), dia menghadapi unit taktis khusus polisi, dikenal sebagai Raptors, dalam menangkal pendemo.

Meski usianya begitu senja, Paman Wong menjadi " Malaikat Pelindung" dengan berdiri di antara demonstran dan polisi, dan berharap ketegangan mereda.

Beberapa menit sebelum konfrontasi, dia bersandar ke dinding, matanya terpejam. Nampaknya dia kesakitan dengan gas air mata yang ditembakkan.

Para pengunjuk rasa yang berada di dekatnya, baik tua atau pun muda, segera berkumpul. Mereka memberikannya air atau menyemangatinya.

Gambar Paman Wong membawa tongkat di atas kepalanya, dan berdiri gagah menghadapi polisi anti-huru hara menjadi satu faktor yang menentukan dalam demonstrasi Hong Kong.

Bersama relawan lain seperti Paman Chan (73) dan warga lansia lainnya, mereka menjadi "Malaikat Pelindung" dan meminta kedua kubu mempertimbangkan dampak aksi untuk mendinginkan situasi.

Dia menuturkan situasi yang dihadapinya sangat berbahaya. Apalagi ketika dia berada di tengah kepulan asap gas air mata atau semprotan merica.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Pakar asal China Ini Sebut Virus Corona Menular lewat Mata

Internasional
Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Beredar Video Mayat Diduga Korban Virus Corona Tergeletak di Rumah Sakit China

Internasional
Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Setelah Menembak Mati 6 Keluarganya, Pria di Jerman Menelepon Ambulans

Internasional
12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

12 Negara di Dunia Positif Terjangkit Virus Corona

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Alasan Pangeran Harry Mundur | Mayoritas Rakyat AS Dukung Pemakzulan Trump

Internasional
Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

Internasional
Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Serangan Rudal Iran Akibatkan 34 Tentara AS Cedera Otak

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Korban Meninggal Virus Corona di China Melonjak hingga 41 Orang

Internasional
Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Virus Corona Hantam Eropa, Perancis Umumkan Adanya 3 Kasus

Internasional
Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Rawat Pasien Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dalam 10 Hari

Internasional
Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Tanggapi Virus Corona, PM Singapura Minta Warga Tenang namun Waspada

Internasional
Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Wabah Virus Corona di China: 26 Orang Meninggal, 9 Kota Kena Larangan Bepergian

Internasional
Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Cerita Mahasiswa Indonesia di Wuhan, Kota Virus Corona Mulai Menyebar

Internasional
Manajer Pemakzulan: Trump Menyalahgunakan Kekuasaan secara Berbahaya

Manajer Pemakzulan: Trump Menyalahgunakan Kekuasaan secara Berbahaya

Internasional
Tiga Negara Asia Tenggara Umumkan Kasus Positif Virus Corona

Tiga Negara Asia Tenggara Umumkan Kasus Positif Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X