Pemimpin Hong Kong Carrie Lam: Jika Saya Punya Pilihan, Saya Akan Mundur

Kompas.com - 03/09/2019, 07:42 WIB
Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam saat memberikan pernyataan terkait aksi unjuk rasa warga Hong Kong, Senin (5/8/2019). AFP / ANTHONY WALLACEKepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam saat memberikan pernyataan terkait aksi unjuk rasa warga Hong Kong, Senin (5/8/2019).

HONG KONG, KOMPAS.com - Pernyataan mengejutkan datang dari Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam, saat menghadiri sebuah acara pertemuan tertutup dengan sekelompok pengusaha.

Lam, yang dalam beberapa bulan terakhir menjadi sasaran kemarahan massa pendukung demokrasi Hong Kong, mengatakan bahwa dirinya telah menyebabkan "malapetaka yang tak termaafkan" dengan memicu krisis politik yang melanda kota.

Dia bahkan mengatakan bahwa dirinya akan memilih berhenti dan mundur dari jabatannya jika memang dia memiliki pilihan itu.

Menurut sebuah rekaman audio komentar pemimpin Hong Kong yang diperoleh Reuters, Lam mengatakan bahwa kini dirinya memiliki ruang yang sangat terbatas untuk menyelesaikan krisis yang telah menjadi masalah keamanan dan kedaulatan nasional bagi China itu.

Baca juga: Media China: Akhir bagi Mereka yang Ingin Mengganggu Hong Kong Sudah Tiba

"Jika saya mempunyai pilihan, hal pertama adalah mundur, setelah membuat permintaan maaf yang mendalam," kata Lam, yang berbicara dalam bahasa Inggris, seperti didengar Reuters dalam rekaman.

Pernyataan Lam yang dramatis dan terkadang menyedihkan itu, menawarkan pandangan paling jelas ke dalam pemikiran kepemimpinan China, saat dirinya harus menghadapi kerusuhan di Hong Kong, yang disebut krisis politik terbesar negara itu sejak peristiwa protes Lapangan Tiananmen pada 1989.

Hong Kong telah diwarnai aksi protes massa pro-demokrasi selama lebih dari 13 pekan sejak Juni.

Aksi unjuk rasa pertama kali digelar dengan massa yang menentang RUU Ekstradisi turun ke jalan menuntut pencabutan undang-undang yang memungkinkan ekstradisi ke China daratan itu.

RUU tersebut telah ditangguhkan, namun kini gerakan telah meluas menjadi menuntut dilakukannya reformasi demokrasi di Hong Kong, termasuk mendesak Carrie Lam untuk mundur.

Baca juga: Ribuan Siswa Hong Kong Boikot Hari Pertama Sekolah dalam Aksi Protes

Lam menyatakan bahwa pemerintah China belum mencapai titik balik dan belum memberlakukan batas waktu untuk mengakhiri krisis menjelang perayaan Hari Nasional pada 1 Oktober mendatang.

Dia juga menambahkan bahwa Beijing sama sekali tidak memiliki rencana untuk mengerahkan pasukan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) untuk menindak aksi protes di jalanan Hong Kong.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Reuters
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengungsi ke Meksiko, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Janji Kembali Lebih Kuat

Mengungsi ke Meksiko, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Janji Kembali Lebih Kuat

Internasional
Dilarang Berhubungan Seks di Rumah, Pria Ini Bunuh Anjing Ibunya

Dilarang Berhubungan Seks di Rumah, Pria Ini Bunuh Anjing Ibunya

Internasional
Diperkosa Kakak Sendiri, Bocah 10 Tahun Hamil 8 Bulan

Diperkosa Kakak Sendiri, Bocah 10 Tahun Hamil 8 Bulan

Internasional
Dilecehkan 2 'Suami' di China, Gadis 13 Tahun asal Kamboja Diselamatkan

Dilecehkan 2 "Suami" di China, Gadis 13 Tahun asal Kamboja Diselamatkan

Internasional
Bantu Penyintas Gempa Filipina, Tim Dompet Dhuafa Bangun Huntara

Bantu Penyintas Gempa Filipina, Tim Dompet Dhuafa Bangun Huntara

Internasional
Serangan Israel Bunuh Komandan Milisi Jihad Islam di Jalur Gaza

Serangan Israel Bunuh Komandan Milisi Jihad Islam di Jalur Gaza

Internasional
Permintaan Suaka Dikabulkan, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Terbang ke Meksiko

Permintaan Suaka Dikabulkan, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Terbang ke Meksiko

Internasional
Australia Bersiap untuk 'Bencana' Kebakaran Hutan

Australia Bersiap untuk "Bencana" Kebakaran Hutan

Internasional
Pemimpin Hong Kong: Demonstran Kini adalah Musuh Rakyat

Pemimpin Hong Kong: Demonstran Kini adalah Musuh Rakyat

Internasional
Tiga Penampil Ditikam Pria Yaman di Arab Saudi

Tiga Penampil Ditikam Pria Yaman di Arab Saudi

Internasional
Pria di Singapura Akui Berhubungan Seks dengan Anak Tiri yang Berumur 15 Tahun

Pria di Singapura Akui Berhubungan Seks dengan Anak Tiri yang Berumur 15 Tahun

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Polisi Hong Kong Tembak Demonstran | Pengantin ISIS Ingin Pulang ke AS

[POPULER INTERNASIONAL] Polisi Hong Kong Tembak Demonstran | Pengantin ISIS Ingin Pulang ke AS

Internasional
Pria di Hong Kong Dibakar Hidup-hidup oleh Demonstran karena Masalah Identitas

Pria di Hong Kong Dibakar Hidup-hidup oleh Demonstran karena Masalah Identitas

Internasional
Diminta Berhenti Minum-minum, Pria di India Memenggal Kepala Istrinya

Diminta Berhenti Minum-minum, Pria di India Memenggal Kepala Istrinya

Internasional
Meski Masih Hidup, Wanita Ini Dinyatakan Sudah Meninggal

Meski Masih Hidup, Wanita Ini Dinyatakan Sudah Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X