Kompas.com - 03/09/2019, 07:42 WIB

HONG KONG, KOMPAS.com - Pernyataan mengejutkan datang dari Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam, saat menghadiri sebuah acara pertemuan tertutup dengan sekelompok pengusaha.

Lam, yang dalam beberapa bulan terakhir menjadi sasaran kemarahan massa pendukung demokrasi Hong Kong, mengatakan bahwa dirinya telah menyebabkan "malapetaka yang tak termaafkan" dengan memicu krisis politik yang melanda kota.

Dia bahkan mengatakan bahwa dirinya akan memilih berhenti dan mundur dari jabatannya jika memang dia memiliki pilihan itu.

Menurut sebuah rekaman audio komentar pemimpin Hong Kong yang diperoleh Reuters, Lam mengatakan bahwa kini dirinya memiliki ruang yang sangat terbatas untuk menyelesaikan krisis yang telah menjadi masalah keamanan dan kedaulatan nasional bagi China itu.

Baca juga: Media China: Akhir bagi Mereka yang Ingin Mengganggu Hong Kong Sudah Tiba

"Jika saya mempunyai pilihan, hal pertama adalah mundur, setelah membuat permintaan maaf yang mendalam," kata Lam, yang berbicara dalam bahasa Inggris, seperti didengar Reuters dalam rekaman.

Pernyataan Lam yang dramatis dan terkadang menyedihkan itu, menawarkan pandangan paling jelas ke dalam pemikiran kepemimpinan China, saat dirinya harus menghadapi kerusuhan di Hong Kong, yang disebut krisis politik terbesar negara itu sejak peristiwa protes Lapangan Tiananmen pada 1989.

Hong Kong telah diwarnai aksi protes massa pro-demokrasi selama lebih dari 13 pekan sejak Juni.

Aksi unjuk rasa pertama kali digelar dengan massa yang menentang RUU Ekstradisi turun ke jalan menuntut pencabutan undang-undang yang memungkinkan ekstradisi ke China daratan itu.

RUU tersebut telah ditangguhkan, namun kini gerakan telah meluas menjadi menuntut dilakukannya reformasi demokrasi di Hong Kong, termasuk mendesak Carrie Lam untuk mundur.

Baca juga: Ribuan Siswa Hong Kong Boikot Hari Pertama Sekolah dalam Aksi Protes

Lam menyatakan bahwa pemerintah China belum mencapai titik balik dan belum memberlakukan batas waktu untuk mengakhiri krisis menjelang perayaan Hari Nasional pada 1 Oktober mendatang.

Halaman:
Sumber Reuters
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.