Kompas.com - 02/09/2019, 18:07 WIB
Pengunjuk rasa pro-demokrasi berusaha mengembalikan gas air mata ke arah polisi, saat terjadi bentrokan di Tseun Wan, Hong Kong, Minggu (25/8/2019). Aksi protes telah bergulir selama 3 bulan terakhir di Hong Kong, dimulai ketika Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam memperkenalkan undang-undang yang bisa mengekstradisi kriminal ke China daratan. AFP/LILLIAN SUWANRUMPHAPengunjuk rasa pro-demokrasi berusaha mengembalikan gas air mata ke arah polisi, saat terjadi bentrokan di Tseun Wan, Hong Kong, Minggu (25/8/2019). Aksi protes telah bergulir selama 3 bulan terakhir di Hong Kong, dimulai ketika Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam memperkenalkan undang-undang yang bisa mengekstradisi kriminal ke China daratan.

BEIJING, KOMPAS.com - Media China memberikan peringatan kepada peserta aksi protes di Hong Kong bahwa upaya peremehan kedaulatan negara tidak akan ditoleransi.

Dalam editorialnya, Xinhua mengulas bahwa aksi protes di Hong Kong kembali mengalami eskalasi dengan massa menyerang kantor pemerintah dan melempar bom molotov ke polisi.

Baca juga: Ribuan Siswa Hong Kong Boikot Hari Pertama Sekolah dalam Aksi Protes

"Akhir bagi mereka yang mencoba mengganggu Hong Kong telah tiba," demikian keterangan Xinhua sebagaimana dikutip Nikkei Asian Review Senin (2/9/2019).

Harian resmi pemerintah China itu menggunakan diksi kuat seperti "para perusuh dan pendukung yang berada di belakang layar" yang bisa diartikan tuduhan kepada negara Barat.

Dalam ulasannya, media itu menyatakan upaya untuk "menculik" Hong Kong dan menekan pemerintahannya hanyalah mimpi, dan menegaskan konsesi tidak akan terjadi.

"Siapa pun yang berani merusak tatanan 'satu negara, dua sistem' tidak akan berbuah apa pun, kecuali kegagalan, dan bakal diadili sesuai konstitusi negara dan Hong Kong," ulas Xinhua.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Peringatan itu muncul setelah ribuan orang memblokade jalan dan transportasi yang terhubung ke bandara dalam aksi yang awalnya menentang UU Ekstradisi itu.

Editorial itu mengulas ada tiga hal yang tidak boleh dilanggar. Yakni meremehkan kedaulatan China, menantang wewenang pusat, dan menggunakan Hong Kong untuk menginfiltrasi daratan utama.

"Mereka tidak boleh menghakimi tekad dan kemampuan pemerintah pusat untuk menjaga baik kepentingan nasional, kedaulatan, hingga keamanan," ujar Xinhua.

Dengan aksi protes itu menuai perhatian dunia, baik kelompok oposisi maupun pemerintah China daratan menggunakan kemampuan untuk memengaruhi publik.

Pada Sabtu, misalnya (31/8/2019). Kementerian Luar Negeri China merilis vandalisme pendemo yang diduga menganiaya jurnalis internasional untuk mendiskreditkan pergerakan.

Baca juga: Demo Hong Kong Incar Sarana Transportasi, Pengunjuk Rasa Gelar Aksi di Stasiun MRT



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.