Ketua DPR AS: Saya Ingin Melihat Trump Dipenjara

Kompas.com - 07/06/2019, 15:38 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) dan Ketua DPR AS Nancy Pelosi. Getty Images via BBCPresiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) dan Ketua DPR AS Nancy Pelosi.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Ketua House of Representatives (setara DPR) Amerika Serikat (AS) dilaporkan ingin melihat Presiden Donald Trump dijebloskan ke penjara.

Dalam pertemuan dengan anggota senior Partai Demokrat untuk membahas rencana pemakzulan Trump, Nancy Pelosi menegaskan perlunya diadakan penyelidikan.

Namun seperti diberitakan The Independent Kamis (6/6/2019), Pelosi berujar dia tidak ingin Trump lengser. "Saya ingin melihat dia dipenjara," ujarnya.

Baca juga: Ketua DPR AS: Trump Tak Berharga untuk Dimakzulkan

Dipublikasikan oleh Politico, Pelosi bersikeras cara terbaik untuk menangani Trump adalah dengan mengalahkannya dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2020.

Jika mereka menang, maka Demokrat mempunyai kewenangan untuk menangani Trump atas berbagai tuduhan yang mereka lontarkan segera setelah dia kehilangan keuntungan sebagai Presiden AS.

Laporan itu muncul di tengah perdebatan antara Pelosi dengan Demokrat tentang perlu atau tidaknya menekan presiden yang diusung Partai Republik itu.

Ketua Komisi Kelayakan House Jerrold Nadler meminta Pelosi supaya dia diizinkan mengurus proses penyelidikan pemakzulan. Permintaan keduanya dalam beberapa pekan terakhir.

Namun, Pelosi takut jika mereka memaksakan memakzulkan Trump, kerugiannya adalah bakal terjadi perpecahan baik di tubuh partai maupun pendukung jelang Pilpres 2020.

Pelosi takut jika pendukung Trump malah bakal semakin bersatu. Dia merujuk kepada upaya pemakzulan terhadap Presiden Bill Clinton pada 19 Desember 1998.

Saat itu, Ketua House yang berasal dari Partai Republik Newt Gingrich harus mengundurkan diri setelah partainya kalah lima kursi di House dalam pemilu legislatif.

Meski begitu, ada yang menyebut Pelosi gagal melaksanakan tugasnya sekaligus tak bisa menafsirkan baik keinginan partainya, maupun publik secara umum.

Kantor Pelosi tidak memberi komentar atas kabar itu. Namun juru bicaranya Ashley Etienne kepada New York Post menyebut Pelosi dan anggota lain melakukan pertemuan yang positif.

"Mereka sepekat menempatkan semua opsi dan melanjutkan strategi legislatif untuk menghadapi penyalahgunaan kekuasaan dan korupsi presiden dalam laporan Robert Mueller," terang Etienne.

Pada Rabu (5/6/2019), Pelosi berkata dia tak terbebani dengan opsi pemakzulan. "Jangan salah. Kami tahu persis jalan apa yang harus kami tempuh," kata politisi 79 tahun itu.

Baca juga: DPR AS Sahkan Resolusi Gagalkan Deklarasi Darurat Nasional Trump

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X