Trump: Sejak Disanksi AS, Iran Gagal sebagai Negara

Kompas.com - 07/06/2019, 13:08 WIB
Presiden AS Donald Trump (kiri) berjalan beriringan dengan Kaisar Naruhito di Istana Kekaisaran Jepang, Senin (27/5/2019). AFP / ISSEI KATOPresiden AS Donald Trump (kiri) berjalan beriringan dengan Kaisar Naruhito di Istana Kekaisaran Jepang, Senin (27/5/2019).

CAEN, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut sanksi yang dijatuhkan kepada Iran pada tahun lalu memberikan efek yang sangat luar biasa.

Pernyataan itu dia sampaikan di sela pembicaraan bilateral dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron di Caen, seperti dilaporkan Al Jazeera Kamis (6/6/2019).

"Ketika saya dilantik sebagai presiden, Iran adalah negara pendukung teror. Predikat itu pun masih layak disematkan. Mereka juara di bidang teror," kata Trump.

Baca juga: Berkunjung ke Iran, PM Jepang Ingin Jadi Penengah Washington dengan Teheran

Dia menuturkan sejak menjatuhkan sanksi, Iran dianggap sudah mulai giyah. "Mereka gagal sebagai negara. Saya tak ingin begitu. Tapi sanksinya begitu kuat," jelasnya.

Baik Trump dan Macron menekankan mereka tidak ingin Iran memperoleh senjata nuklir. Macron berkata kepemilikan Iran akan rudal balistik juga harus dikurangi.

Selain itu, kedua pemimpin sepakat bahwa aktivitas Iran di Timur Tengah juga perlu dibatasi jika ingin tercipta perdamaian di kawasan tersebut.

Trump menjelaskan dia dan Macron mempunyai pandangan yang sama. Apalagi mereka masih mempunyai perjanjian hingga 2025 mendatang dan optimistis bisa berjalan lama.

Macron dan Trump nampaknya berusaha mengesampingkan perbedaan pendapat terkait keputusan Trump yang membawa AS keluar dari perjanjian nuklir 2015.

Trump mengecam perjanjian yang diteken pendahulunya, Barack Obama, dengan mengatakan kesepakatan itu tak permanen dan tak mencakup peran Iran di konflik Timur Tengah.

Dia pun mendesak agar dilakukan perundingan baru. "Saya mengerti mereka pasti butuh berunding. Kami akan melakukannya. Satu hal yang pasti mereka tak boleh mempunyai senjata nuklir," tegas dia.

Sebelumnya pada awal pekan ini, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyatakan Teheran bakal terus "menentang" tekanan politik dan ekonomi AS.

"Terus berdiri tegak dan menentang setiap permintaan berlebihan maupun ejekan musuh adalah satu-satunya cara menghentikan mereka," kata Khamenei tanpa menyebut AS.

Sejak sebulan terakhir, hubungan Iran dan AS memanas sejak Washington memutuskan mengirim kapal induk serta pesawat pembom B-52 untuk menangkal "ancaman" Iran.

AS juga, tanpa menyertakan bukti, menuduh Iran melakukan serangan terhadap empat kapal tanker yang berada di perairan Uni Emirat Arab Mei lalu.

Baca juga: Pemimpin Hezbollah: Perang Lawan Iran Akan Telan Wilayah Timur Tengah



Sumber Al Jazeera
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X