Berkunjung ke Iran, PM Jepang Ingin Jadi Penengah Washington dengan Teheran

Kompas.com - 03/06/2019, 21:48 WIB
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe saat bertemu Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih, Jumat (26/4/2019). AFP / MANDEL NGANPerdana Menteri Jepang Shinzo Abe saat bertemu Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih, Jumat (26/4/2019).

TOKYO, KOMPAS.com - Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dikabarkan akan bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khameneni pada akhir bulan ini.

Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk membahas peningkatan ketegangan antara Washington dengan Teheran, di mana Tokyo berharap untuk bisa menjadi penengah.

Dilaporkan surat kabar lokal Mainichi Shimbun, Minggu (3/6/2019), rencana pertemuan Abe dengan Khamenei bakal menjadi pembicaraan pertama antara PM Jepang dengan pemimpin tertinggi Iran.

Presiden AS Donald Trump yang pekan lalu mengatakan bahwa Washington tetap terbuka untuk pembicaraan dengan Teheran, tampaknya telah memberikan lampu hijau untuk rencana Abe saat kunjungannya ke Jepang beberapa waktu lalu.

Baca juga: Ketika Jepang Ingin Dunia Menyebut Nama PM dengan Benar, Abe Shinzo...

Selain menemui Khamenei, Abe juga direncanakan bertemu dengan Presiden Iran Hassan Rouhani selama lawatannya ke Iran yang dijadwalkan antara 12 hingga 14 Juni mendatang.

Demikian menurut surat kabar Mainichi Shimbun, yang mengutip sumber-sumber dari pemerintah Jepang, yang tidak bersedia diungkapkan identitasnya.

Sebelum Trump terbang ke Jepang, AS telah mengumumkan akan mengirimkan sekitar 1.500 pasukan tambahan ke wilayah Timur Tengah. Selain itu, Pentagon juga telah memberangkatkan armada kapal perang, pesawat pembom, hingga sistem rudal Patriot.

Trump juga sempat mengeluarkan ancaman bakal "mengakhiri" Iran jika Teheran menyerang kepentingan AS di wilayah itu.

Namun awal pekan lalu, Trump menawarkan jaminan bahwa AS dapat hidup berdampingan dengan pemerintahan Iran saat ini, dengan mengatakan bahwa Washington tidak bertujuan melakukan pergantian rezim di Iran.

"Kami tidak ingin mengganti rezim (di Iran). Kami hanya peduli bahwa Iran tidak menjadi negara berkekuatan nuklir," kata Trump.

"Saya percaya Iran ingin berbicara dan jika mereka ingin berbicara, kami juga ingin melakukannya," tambah Trump.

Baca juga: AS Sepakat Jual Rudal ke Korsel dan Jepang Senilai Rp 9 Triliun

Namun Khamenei telah menyamakan negosiasi dengan pemerintahan Trump sebagai "racun" karena AS tidak mendukung apa pun, yang merujuk pada kesepakatan nuklir 2015 yang ditinggalkan Trump tahun lalu.

Sementara Jepang dengan Iran telah mempertahankan hubungan yang baik, karena Jepang yang miskin sumber daya sangat bergantung pada impor minyak dari kawasan Timur Tengah, termasuk Iran, meski jumlahnya hanya 5,3 persen dari total impor minyak mentah Jepang tahun lalu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Internasional
Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Internasional
Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Internasional
Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Internasional
Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Internasional
Korea Utara Kembali Gelar 'Tes Krusial'

Korea Utara Kembali Gelar "Tes Krusial"

Internasional
Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

Internasional
Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Internasional
Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Internasional
Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X