Sempat Negatif, 2 Warga Jepang yang Dievakuasi dari Wuhan Positif Virus Corona

Kompas.com - 11/02/2020, 17:25 WIB
Pekerja rumah duka mengambil jenazah seorang penduduk, yang dilaporkan meninggal karena novel coronavirus (2019-nCoV) di rumah, di luar gedung tempat tinggal di Wuhan, di provinsi Hubei, Tiongkok tengah, 01 Februari 2020 EPA-EFE/YUAN ZHENG CHINA OUT YUAN ZHENGPekerja rumah duka mengambil jenazah seorang penduduk, yang dilaporkan meninggal karena novel coronavirus (2019-nCoV) di rumah, di luar gedung tempat tinggal di Wuhan, di provinsi Hubei, Tiongkok tengah, 01 Februari 2020 EPA-EFE/YUAN ZHENG CHINA OUT

TOKYO, KOMPAS.com - Dua warga Jepang yang dievakuasi dari Wuhan dilaporkan terinfeksi virus corona, setelah hasil tes sebelumnya menunjukkan negatif.

Satu dari dua warga itu, pria berusia 50-an, adalah gelombang pertama yang diberangkatkan Tokyo dari kota asal penyebaran virus pada 29 Januari.

Saat menjalani dua tes awal, pria itu memperlihatkan negatif virus corona, hingga dilakukan lagi tes 12 hari kemudian, ujar kementerian kesehatan.

Baca juga: Menkes: Belum Ada Virus Corona Terdeteksi Harusnya Bersyukur, Bukan Dipertanyakan

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), masa inkubasi virus dengan kode 2019-nCov itu bisa lebih dari 14 hari, dilaporkan AFP Selasa (11/2/2020).

Kemudian kasus kedua menimpa warga Jepang berumur 40-an yang dievakuasi dari Wuhan pada 30 Januari. Dia dinyatakan positif pada tes kedua Senin (10/2/2020).

Kasus itu membuat jumlah korban yang terpapar virus di Negeri "Sakura" mencapai 28 orang. Belum lagi infeksi dari penumpang kapal pesiar yang dikarantina.

Ada 135 di kapal Diamond Princess, dengan Senin Kementerian Kesehatan Jepang mengonfirmasi ada 65 kasus baru, di mana mereka segera dilarikan ke rumah sakit.

Kapal pesiar itu membawa 3.711 orang ketika bersandar pada 3 Februari, dan langsung menjalani karantina dua hari kemudian.

Mereka yang diperbolehkan keluar adalah yang sudah positif terinfeksi maupun menderita penyakit serius yang harus segera ditangani.

WHO dalam kicauannya menyatakan, masa karantina itu diperkirakan bakal berakhir pada 19 Februari, atau dua pekan berdasarkan asumsi inkubasi.

Pemerintah Jepang memutuskan mengevakuasi warganya dari Wuhan maupun kota di Provinsi Hubei, lokasi merebaknya virus corona.

Begitu sampai di Jepang, warga yang datang diperintahkan untuk melakukan karantina secara mandiri di hotel yang ditunjuk selama 14 hari.

Gelombang evakuasi pertama diperkirakan bakal dilepaskan pada pekan ini, setelah mereka mendapatkan pemeriksaan tahap akhir.

Adapun Tokyo berencana mengirim gelombang kelima untuk membawa pulang warganya yang tersisa di Wuhan.

Baca juga: Ada Virus Corona, Bagaimana Dampaknya ke Ekonomi dan Pasar Saham?

Baca tentang


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X