Biarkan Warganya yang Terkait ISIS Diadili di Irak, Perancis Menuai Kecaman

Kompas.com - 31/05/2019, 16:53 WIB
Ilustrasi pengadilan.SHUTTERSTOCK Ilustrasi pengadilan.

NEW YORK, KOMPAS.com - Pemerintah Perancis menolak untuk memulangkan warga negaranya yang terlibat organisasi teroris ISIS di Irak maupun Suriah.

Hal tersebut membuat warganya yang menjadi tersangka anggota ISIS harus menjalani persidangan di Irak. Dalam sepekan terakhir, tujuh warga Perancis dilaporkan telah dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan Irak.

"Dua dari mereka diduga telah disiksa atau dipaksa untuk mengaku," kata lembaga pengawasan Human Right Watch ( HRW) yang bermarkas di New York, dalam sebuah pernyataan.

"Perancis dan negara-negara lain seharusnya tidak melakukan 'outsourcing' untuk mengadili tersangka terorisme mereka kepada sistem peradilan yang kejam," kata penjabat direktur HRW di Timur Tengah, Lama Fakih.


"Negara-negara ini seharusnya tidak hanya duduk bermalas-malasan sementara warga negara mereka dipindahkan ke negara di mana hak mereka untuk peradilan yang adil dan perlindungan dari penyiksaan dirusak," tambahnya.

Baca juga: Perancis Sebut Ada 450 Warganya yang Terkait ISIS Ditahan di Suriah

Pengadilan Baghdad telah menjatuhkan hukuman mati kepada seorang warga Perancis pada Rabu (29/5/2019) karena bergabung dengan ISIS, berujung pada tujuh warga Perancis yang mendapat hukuman mati di Irak.

Salah satu warga Perancis yang diserahkan ke Irak untuk diadili adalah Yassin Sakkam. Dia diserahkan kepada Iran pada Januari lalu oleh pasukan yang didukung AS.

Hukuman mati untuk Sakkam datang meski Perancis telah menegaskan menentang hukuman mati kapan pun dan di mana pun.

Sementara hukum di Irak menetapkan hukuman mati bagi siapa pun yang bergabung dengan kelompok teroris, meski mereka tidak ikut mengangkat senjata.

HRW mengklaim memiliki bukti dokumentasi kasus-kasus interogator Irak yang menggunakan teknik penyiksaan untuk mendapat pengakuan tersangka.

Dalam semua kasus yang diamati HRW sejak 2016, persidangan tersangka anggota teroris terdiri dari seorang hakim yang secara singkat mewawancarai terdakwa dan umumnya hanya mengandalkan pengakuan, yang seringkali dipaksa, tanpa perwakilan hukum yang efektif.

Baca juga: Dalam 2 Hari Terakhir, Irak Vonis Mati 4 Anggota ISIS asal Perancis

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Perancis memperkirakan ada sekitar 400 hingga 450 warga negaranya yang saat ini ditahan di Suriah karena terkait dengan ISIS.

Mereka ditahan di kamp-kamp pengungsi dan penjara di wilayah Suriah timur laut  yang ada di bawah pengawasan serta kendali suku Kurdi.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Trump Mengaku Diminta Jadi Penengah Konflik Kashmir India dan Pakistan

Internasional
Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Trump: Jika Saya Mau Perang, Afghanistan Bisa Terhapus dari Muka Bumi Ini

Internasional
Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Tinggal Seorang Diri, Pensiunan Ditemukan Telah Meninggal Selama 7 Bulan

Internasional
Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Trump Puji Peran Pakistan dalam Proses Perdamaian Afghanistan

Internasional
Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Langgar Wilayah Udara Korea Selatan, Jet Tempur Rusia Disambut Tembakan Peringatan

Internasional
Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Berkomentar soal Menembak Anggota Kongres di Facebook, Seorang Polisi AS Dipecat

Internasional
Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Kim Jong Un Kunjungi Proyek Pembangunan Kapal Selam Korut

Internasional
Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Iran Klaim Bongkar Jaringan Mata-mata AS, Ini 5 Faktanya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

[POPULER INTERNASIONAL] Iran Bongkar Jaringan Mata-mata CIA | Bentrok Unjuk Rasa di Hong Kong

Internasional
2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

2 Bulan Lebih Ditahan, Kapal Tanker Iran Dibebaskan Arab Saudi

Internasional
Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Menurut Intelijen Iran, 17 Terduga Mata-mata CIA Dapat Tawaran Menggoda

Internasional
Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Trump Dikritik karena Bantah Mata-mata CIA Ditangkap Iran

Internasional
Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Hilang 51 Tahun, Kapal Selam Perancis Ditemukan di Laut Mediterania

Internasional
Trump: Klaim Iran Tangkap Agen Rahasia CIA Benar-benar Ngawur

Trump: Klaim Iran Tangkap Agen Rahasia CIA Benar-benar Ngawur

Internasional
Abe: Kurangi Ketegangan AS dengan Iran, Jepang Akan Lakukan Segala Cara

Abe: Kurangi Ketegangan AS dengan Iran, Jepang Akan Lakukan Segala Cara

Internasional
Close Ads X